Internationalmedia.co.id melaporkan peristiwa pilu yang terjadi di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Kebakaran hebat yang melanda sebuah apartemen lima lantai menewaskan delapan orang, termasuk dua anak-anak. Peristiwa mengerikan ini terjadi Minggu malam (6/7) dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Pihak berwenang Kota Ho Chi Minh menyatakan dalam rilis resmi bahwa seluruh korban meninggal dunia akibat menghirup asap. Menurut laporan internationalmedia.co.id dari berbagai sumber, kebakaran bermula di lantai dasar gedung. Warga sekitar yang mendengar ledakan dan teriakan minta tolong berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Seorang saksi mata menceritakan suasana mencekam saat kejadian. "Terdengar teriakan minta tolong dari dalam apartemen. Beberapa warga di lantai atas bahkan terpaksa melompat untuk menyelamatkan diri," ujarnya kepada surat kabar Thanh Nien.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, insiden ini kembali menyoroti masalah keselamatan kebakaran di Vietnam. Serangkaian kebakaran mematikan dalam beberapa tahun terakhir telah berujung pada penangkapan dan tuntutan hukum terhadap sejumlah pihak. Sebagai contoh, delapan orang dijebloskan ke penjara tahun ini terkait kebakaran apartemen di Hanoi pada 2023 yang menelan 56 korban jiwa—kebakaran terparah dalam dua dekade terakhir. Kasus lain yang serupa adalah penangkapan tersangka pembakar di sebuah bar karaoke di Hanoi pada Desember lalu yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Tragedi ini menjadi pengingat penting akan perlunya peningkatan standar keselamatan dan pengawasan yang lebih ketat di berbagai bangunan di Vietnam.
