Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Sanksi Eropa untuk Rusia Diperpanjang, Tapi Ada Ganjalan
Trending Indonesia

Sanksi Eropa untuk Rusia Diperpanjang, Tapi Ada Ganjalan

GunawatiBy Gunawati27-06-2025 - 07.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Uni Eropa memutuskan untuk memperpanjang sanksi terhadap Rusia selama enam bulan ke depan. Keputusan ini diambil setelah pertemuan puncak di Brussels, Belgia, seperti yang dilaporkan Internationalmedia.co.id mengutip AFP, Jumat (27/6/2025). Perpanjangan ini memastikan sanksi yang telah membekukan lebih dari 200 miliar euro (USD 234 miliar) aset bank sentral Rusia tetap berlaku hingga setidaknya awal 2026.

Namun, proses perpanjangan ini tidak berjalan mulus. Sebelumnya, muncul kekhawatiran akan penolakan dari Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, yang selama ini mengkritik sanksi tersebut karena dinilai merusak ekonomi Eropa. Bahkan, Hongaria sempat memblokir perpanjangan sanksi pada Januari lalu. Meskipun akhirnya Orban menyetujui perpanjangan, Uni Eropa gagal meloloskan paket sanksi baru karena mendapat penolakan dari Slowakia.

Sanksi Eropa untuk Rusia Diperpanjang, Tapi Ada Ganjalan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Presiden Slowakia, Roberto Fico, menolak memberikan persetujuan atas paket sanksi baru karena sengketa terpisah dengan Brussels terkait rencana penghentian impor gas Rusia pada akhir 2027. Slowakia masih bergantung pada pasokan gas Rusia dan mendapat keuntungan dari biaya transit pipa gas di wilayahnya. Pertemuan Fico dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sehari sebelumnya juga gagal menghasilkan kesepakatan.

Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mendesak Uni Eropa untuk menerapkan sanksi yang lebih keras, termasuk menargetkan perdagangan minyak Rusia, armada tanker bayangan, bank-bank Rusia, dan rantai pasokan senjata. Namun, usulan untuk menurunkan batas harga ekspor minyak Rusia ditangguhkan karena kurangnya dukungan dari Amerika Serikat dalam inisiatif G7. Perpanjangan sanksi ini menjadi sinyal kuat dari Uni Eropa terhadap Rusia, meskipun adanya hambatan internal dalam penerapan sanksi yang lebih komprehensif.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Geger Drone Iran Tabrak Bangunan di Dubai

12-03-2026 - 10.00

Trump Klaim Iran di Ambang Kehancuran

12-03-2026 - 07.45

Israel Gempur Iran Gelombang Serangan Dimulai

12-03-2026 - 07.30

Jerman Evakuasi Staf dari Irak di Tengah Badai Konflik

12-03-2026 - 07.15

Israel Diguncang Serangan Rudal Dahsyat Iran dan Hizbullah Bersatu

12-03-2026 - 07.00

Tiga Saudara Terduga Dalang Bom Kedubes AS di Oslo Terungkap

12-03-2026 - 03.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.