Internationalmedia.co.id melaporkan, kemenangan mengejutkan Zohran Mamdani dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk calon Wali Kota New York telah memicu reaksi keras dari mantan Presiden AS Donald Trump. Mamdani, seorang legislator negara bagian New York yang mewakili wilayah Queens, berhasil mengalahkan kandidat kuat, mantan Gubernur Andrew Cuomo, dalam pemilihan yang digelar Selasa (24/6). Hasil sementara menunjukkan keunggulan signifikan Mamdani, membuat Cuomo mengakui kekalahannya.
Namun, keberhasilan Mamdani ini justru memantik amarah Trump. Melalui media sosial Truth Social, Trump melancarkan serangan verbal yang menyasar penampilan, suara, hingga kecerdasan Mamdani. Trump bahkan menyebut Mamdani, yang pernah mengklaim dirinya sebagai sosialis, sebagai "seorang komunis gila 100%". Serangan ini menjadi komentar publik pertama Trump terkait pemilihan pendahuluan Wali Kota New York. Ia juga mengejek para politikus Demokrat yang mendukung Mamdani, termasuk Alexandria Ocasio-Cortez dan Chuck Schumer.

Mamdani, anak imigran asal India yang lahir di Uganda, mendapat dukungan publik berkat usulan kebijakannya yang populer, seperti pembekuan biaya sewa, layanan bus gratis, dan perawatan anak universal. Sikapnya yang pro-Palestina, termasuk pernyataan kontroversial untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke New York, juga menjadi sorotan. Pernyataan tersebut merujuk pada perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024. Mamdani juga aktif dalam gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) pro-Palestina di AS. Reaksi keras Trump terhadap kemenangan Mamdani ini semakin memperlihatkan polarisasi politik yang tajam di Amerika Serikat.
