Pertemuan mengejutkan di depan mata! Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, menyatakan akan bertemu dengan perwakilan Iran pekan depan. Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Trump usai menghadiri pertemuan NATO di Den Haag, Belanda. Ia bahkan menyebut kemungkinan penandatanganan perjanjian antara kedua negara. "Kami akan berbicara dengan mereka minggu depan, dengan Iran. Kami mungkin menandatangani perjanjian, saya tidak tahu," ujar Trump.
Namun, pernyataan Trump terkait perjanjian nuklir terkesan ambigu. Ia menyatakan bahwa perjanjian tersebut sebenarnya tidak diperlukan AS. "Bagi saya, saya tidak berpikir itu perlu," tegasnya. Trump juga mengklaim telah menghancurkan situs-situs nuklir Iran, mengatakan, "Nuklir telah hancur berkeping-keping." Pernyataan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar, mengingat tidak ada konfirmasi independen mengenai klaim tersebut.

Lebih lanjut, Trump tidak menjelaskan secara detail topik pembahasan pertemuan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa jika ada dokumen perjanjian yang dihasilkan, hal itu tidak akan merugikan AS. "Jika kami mendapatkan dokumennya, itu tidak akan buruk. Kami akan bertemu dengan mereka," tambahnya.
Sementara itu, terungkap peran Amerika Serikat dalam gencatan senjata antara Iran dan Israel yang berlangsung selama 12 hari. Sumber diplomatik Prancis mengungkapkan bahwa Menlu AS, Marco Rubio, menghubungi Menlu Prancis, Jean-Noel Barrot, untuk menyampaikan keinginan AS akan gencatan senjata dengan syarat tidak ada pembalasan dari Iran. Informasi ini kemudian disampaikan kepada Menlu Iran, Abbas Araghchi. Peran AS dalam mediasi ini menambah kompleksitas situasi geopolitik di kawasan tersebut dan menimbulkan spekulasi lebih lanjut mengenai pertemuan Trump dengan perwakilan Iran pekan depan. Apakah ini pertanda babak baru dalam hubungan AS-Iran? Kita tunggu saja.
