Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membuat pernyataan mengejutkan. Melalui wawancara dengan televisi Israel, Kan, seperti yang dikutip Internationalmedia.co.id, Netanyahu mengatakan negaranya sedang mengubah peta dunia lewat konfliknya dengan Iran. Klaim berani ini disampaikan di tengah perang yang telah berlangsung selama tujuh hari.
Netanyahu menyatakan pasukan Israel melampaui target dalam operasi menghancurkan fasilitas nuklir dan rudal Iran. Namun, ia enggan memberikan detail waktu berakhirnya konflik ini, yang disebutnya sebagai konfrontasi paling intens dalam sejarah Israel dengan Iran. "Kami sedang berperang. Saya tidak akan mengungkapkan kerangka waktu kami," tegasnya. Ia menambahkan, Israel telah berhasil menghancurkan lebih dari setengah peluncur rudal Iran dan mampu menyerang semua fasilitas nuklir Iran.

Meskipun begitu, Netanyahu membuka peluang bantuan internasional. "Semua bantuan akan disambut," ujarnya, seakan mengisyaratkan dukungan dari sekutu utama, Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan tenggat waktu dua pekan untuk menentukan intervensi AS dalam konflik tersebut, mengatakan sedang mempertimbangkan peluang negosiasi yang substansial. Netanyahu sendiri menyatakan keyakinannya bahwa Trump akan mengambil keputusan terbaik bagi AS, sementara ia akan berbuat yang terbaik untuk Israel. Pernyataan Netanyahu ini tentu memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan di kancah internasional.
