Jakarta – Upaya pencarian korban kecelakaan Kapal Motor Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga dengan strategi baru yang lebih canggih. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, KRI Canopus milik TNI Angkatan Laut kini diterjunkan untuk menyisir bawah laut setelah kondisi cuaca ekstrem menghambat pengerahan tim penyelam pada hari sebelumnya.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyatakan bahwa KRI Canopus dijadwalkan tiba di lokasi pencarian pada Selasa (15/9) pagi. "Kapal ini akan mendukung pencarian bawah air menggunakan teknologi mutakhir yang dimilikinya, menjadi alternatif menghadapi kendala cuaca yang membatasi tim penyelam," ujar Syafii. KRI Canopus dilengkapi dengan drone bawah air, multibeam echo sounder, serta remotely operated vehicle (ROV), perangkat vital untuk mendeteksi dan memetakan kondisi dasar laut demi menemukan korban dan puing kapal.

Meskipun demikian, tim penyelam profesional dari Kopaska TNI AL, tim penyelam khusus TNI AL, dan personel Basarnas tetap disiagakan. Mereka siap diterjunkan begitu kondisi cuaca di lokasi memungkinkan operasi pencarian bawah air dapat dilaksanakan dengan aman.
Tragedi KM Virgo Transport 8 bermula ketika kapal yang mengangkut 243 penumpang tersebut hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal itu diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Hingga Senin (14/9) pukul 22.00 Wita, Mohammad Syafii mengonfirmasi bahwa total 114 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 korban selamat dan enam korban meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang kapal nahas tersebut.
Proses evakuasi korban juga terus berjalan. Sebanyak 86 korban, termasuk 85 selamat dan satu meninggal, telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Korban meninggal kedua dievakuasi ke Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru dan telah diserahkan kepada Tim DVI Mabes Polri untuk identifikasi lebih lanjut. Satu korban selamat lainnya juga tiba di Lanud Syamsudin Noor setelah dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas. Sementara itu, 26 korban lainnya (22 selamat dan 4 meninggal) masih dalam proses evakuasi dari lokasi kejadian menuju Pelabuhan Trisakti.
Pengerahan KRI Canopus diharapkan dapat mempercepat penemuan korban dan memberikan titik terang dalam insiden ini. Untuk informasi terkini dan video terkait insiden maritim lainnya, kunjungi internationalmedia.co.id.
