Internationalmedia.co.id – News – Kemacetan parah melanda ruas jalan menuju Exit Tol Sawangan, Depok, malam ini. Antrean kendaraan mengular panjang, dan biang kerok di balik kepadatan luar biasa ini adalah proyek pembangunan gorong-gorong yang tengah berlangsung di kawasan Sawangan.
Kompol Hartono, Kapolsek Pancoran Mas, menjelaskan kepada internationalmedia.co.id bahwa pemicu utama kemacetan ini adalah kegiatan pemasangan gorong-gorong dan pengecoran jalan di area Sawangan Permai. "Penyebab kemacetan adanya pemasangan gorong-gorong di Sawangan Permai dan ada pengecoran jalan di Sawangan Permai," ujar Hartono, Kamis (10/9/2026).

Hartono menambahkan, pengerjaan proyek tersebut mengakibatkan penyempitan signifikan pada ruas jalan. Konsekuensinya, arus lalu lintas tersendat parah dan antrean kendaraan bahkan membuntut hingga ke gerbang keluar Tol Sawangan.
Dampak kemacetan tidak hanya terbatas di sekitar pintu tol. Hartono menegaskan, penyempitan jalan di wilayah hukum Polsek Bojongsari turut memperparah kondisi, menyebabkan kemacetan meluas hingga ke jalan-jalan arteri. Salah satu titik terparah yang terpantau adalah Jalan Muchtar Raya, khususnya di persimpangan menuju Bedahan dan Bojongsari.
Pantauan di lokasi menunjukkan lalu lintas bergerak sangat lambat, nyaris merayap. Kendaraan roda empat maupun roda dua terpaksa berjalan pelan, terjebak dalam barisan panjang. Petugas kepolisian dari Lantas Bojongsari dan Lantas Polres Depok telah diterjunkan langsung ke lapangan untuk berupaya mengurai kepadatan.
Frustrasi warga terlihat jelas, bahkan sebuah video kemacetan parah di Exit Tol Sawangan ini telah viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah penumpang Transjakarta memilih turun di tengah jalan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, demi menghindari terjebak lebih lama dalam kemacetan.
Hingga pukul 22.18 WIB, kepadatan lalu lintas di lokasi masih belum terurai sepenuhnya. Dimas, petugas call center NTMC Polri, mengonfirmasi kepada internationalmedia.co.id bahwa petugas tambahan sedang dalam perjalanan untuk membantu penanganan. "Untuk saat ini memang masih terjadi kepadatan di wilayah tersebut. Jadi memang kepadatannya ini terjadi karena imbas volume kendaraan yang berlebih dan belum ada pengaturan petugas baik di simpang Parung Bingung tersebut sampai ke simpang Jalan Raya Keadilan," jelas Dimas, menggambarkan kompleksitas masalah yang ada.
