Internationalmedia.co.id – News – Gelombang dugaan keracunan yang menimpa peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah memasuki ranah hukum. Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menyerahkan seluruh kasus ini kepada aparat penegak hukum. Di sisi lain, legislator dari Komisi IX DPR RI mendesak agar setiap insiden keracunan tidak hanya dipandang sebagai kelalaian biasa, melainkan diinvestigasi secara menyeluruh untuk mengungkap motif yang lebih kompleks.
Irma Chaniago, Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, mengungkapkan pandangannya mengenai serangkaian kejadian ini. Menurutnya, insiden keracunan tersebut bisa jadi bukan sekadar kecelakaan tunggal akibat kelalaian. "Ada kemungkinan kuat ini berkaitan dengan persaingan bisnis atau bahkan upaya sistematis dari oknum-oknum yang tidak menyukai program ini untuk menjatuhkan citranya," jelas Irma kepada wartawan pada Minggu (6/9/2026). Oleh karena itu, ia menekankan urgensi investigasi mendalam terhadap setiap laporan keracunan yang muncul.

Selain itu, Irma juga menyerukan penindakan tegas bagi Sistem Penyedia Pangan Gratis (SPPG) yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya. Ia menggarisbawahi pentingnya peningkatan kontrol dan pengawasan ketat terhadap operasional SPPG. "Jika kelalaian SPPG menjadi pemicu, sanksi harus diberikan sesuai tingkat kesalahan. Meskipun sulit mencapai nol insiden, keracunan tidak boleh ditoleransi," tegasnya. Untuk meminimalisir risiko, Irma merekomendasikan SPPG untuk memiliki fasilitas pendingin yang memadai guna menjaga kualitas bahan baku, memastikan kebersihan lingkungan dapur, serta dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berfungsi optimal.
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono telah mengonfirmasi bahwa kepolisian tengah menyelidiki sejumlah dapur penyedia MBG yang diduga menjadi sumber keracunan. "Status pidana atau tidaknya akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dari aparat penegak hukum," ujar Sudaryono usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, pada Kamis (3/9).
Sudaryono menambahkan, laporan yang diterima BGN dari kepolisian menunjukkan bahwa beberapa titik dapur yang menyebabkan gangguan kesehatan telah diselidiki, bahkan sebagian di antaranya sudah naik ke tahap penyidikan. "Mengenai adanya tersangka atau tidak, sepenuhnya kami serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di lapangan," pungkasnya, seperti dilansir internationalmedia.co.id.
