Internationalmedia.co.id – News – Kupang. Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan anjing pelacak atau unit K-9 dalam upaya pencarian korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores. Pengerahan anjing-anjing terlatih ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban yang kemungkinan tertimbun di bawah material bangunan.
"Unit K-9 dari Polsatsatwa turut diperbantukan untuk membantu pencarian korban yang kemungkinan tertimbun material bencana," terang Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, seperti dilansir internationalmedia.co.id, Sabtu (15/7/2026).

Irjen Rudi Darmoko menjelaskan, selain unit K-9, Polda NTT juga telah membentuk satgas terpadu. Satgas ini bertugas memperkuat penanganan bencana alam di Nagekeo, memastikan seluruh proses tanggap darurat berjalan cepat, terkoordinasi, dan profesional. Prioritas utama adalah keselamatan dan keamanan masyarakat terdampak.
"Polri hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan sejak proses evakuasi, penanganan korban hingga tahapan pemulihan," tegas Kapolda. Berbagai kekuatan kepolisian dikerahkan untuk menangani kebutuhan spesifik di lapangan.
Korps Brimob, misalnya, menurunkan personel Search and Rescue (SAR) untuk menyisir wilayah terdampak, termasuk kawasan yang sulit dijangkau. Sementara itu, untuk penanganan kesehatan, tim dokter dan tenaga kesehatan disiapkan membangun klinik lapangan. Mereka tidak hanya memberikan pelayanan medis darurat, tetapi juga pendampingan psikologis atau trauma healing bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Di sisi lain, Tim Disaster Victim Identification (DVI) disiagakan untuk melakukan identifikasi korban meninggal dunia secara ilmiah dan akurat, dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap korban dan keluarganya. Di sektor lalu lintas, personel Satlantas melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas guna membuka koridor prioritas bagi bantuan dan evakuasi.
Irjen Rudi Darmoko juga menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan di tengah situasi darurat. "Dalam kondisi bencana, selain menyelamatkan masyarakat, kami juga memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga. Jangan sampai masyarakat yang sedang mengalami musibah justru menjadi korban tindak kejahatan," pungkasnya.
