Semangat kemerdekaan mulai membara di ibu kota, terlihat dari hiruk pikuk Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang, warga berbondong-bondong mencari perlengkapan dan hadiah lomba. Internationalmedia.co.id – News mengamati, antusiasme ini tercermin dari nominal belanja yang tak sedikit, bahkan ada yang mencapai jutaan rupiah.
Salah satu pemburu hadiah adalah Siska, warga Menteng Wadas, Pasar Manggis, Jakarta Selatan. Ia tak ragu mengeluarkan dana fantastis, lebih dari Rp 2 juta, untuk membeli beragam hadiah dan perlengkapan lomba yang akan diselenggarakan di lingkungan tempat tinggalnya. "Ini saja sudah hampir Rp 2 juta lebih, masih kurang. Souvenirnya belum, apa belum," ungkap Siska saat ditemui tim internationalmedia.co.id di tengah keramaian Pasar Jatinegara.

Siska menjelaskan, Pasar Jatinegara menjadi destinasi favoritnya untuk berburu kebutuhan 17-an, meskipun sesekali ia juga menyempatkan diri ke Pasar Asemka. Baginya, kunci utama dalam memeriahkan acara adalah hadiah yang menarik. "Jadi kita utamain hadiahnya. Kalau peralatan lomba yang gampang saja lah, yang penting hadiahnya bagus. Kan lumayan, buat warga jadi pada senang," tuturnya, menekankan pentingnya kebahagiaan warga.
Menurut Siska, harga barang di Pasar Jatinegara tergolong kompetitif, asalkan pembeli pandai menawar. Dari daftar belanjaannya, mangkuk untuk hadiah ibu-ibu menjadi item termahal. Selain itu, ia juga membeli kaos dan celana pendek sebagai hadiah untuk anak-anak.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh Siti Jubaedah, Ketua RT 003/RW 01 Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ia turut berburu perlengkapan dan hadiah lomba di Pasar Jatinegara, menghabiskan sekitar Rp 450 ribu untuk memeriahkan perayaan di lingkungannya.
Siti mengungkapkan, di RT-nya akan ada empat jenis lomba khusus anak-anak, meliputi memasukkan bendera ke dalam botol, estafet kardus, memecahkan balon berisi air, serta lomba klasik makan kerupuk. Hadiah-hadiah yang disiapkan pun berorientasi pada edukasi, seperti meja belajar untuk juara pertama, krayon untuk juara kedua, serta tempat pensil dan buku tulis untuk juara ketiga, guna menunjang proses belajar anak-anak.
Siti memilih Pasar Jatinegara karena lokasinya yang terjangkau dan harga barang yang relatif bersahabat. Namun, ia mengakui bahwa ada kenaikan harga perlengkapan lomba dibandingkan tahun sebelumnya. "Iya lebih mahal ini, (tahun lalu) agak miring sedikit harganya," pungkasnya, sembari berharap kemeriahan 17-an tetap terasa meski dengan sedikit penyesuaian anggaran.
