Internationalmedia.co.id – News Rosiade Padel Club dipastikan akan menjadi salah satu kontestan yang memanaskan persaingan di Liga Padel Indonesia 2026. Klub ini akan dipimpin langsung oleh CEO Rosiade Padel, Azizah Salsa, dengan Josep Fernandez sebagai pelatih kepala. Persiapan serius telah dimulai dengan pemusatan latihan di Island Sports Canggu, Bali, pada 18-20 Agustus 2026.
Sebanyak 12 pemain terbaik, termasuk dua talenta dari Spanyol, akan digembleng dalam training camp tersebut. Rosiade Padel Club memang berambisi besar untuk menjuarai Liga Padel Indonesia 2026. "The work starts now. One team, one vision, one goal," demikian pernyataan akun resmi @rosiadepadelclub pada Sabtu (15/8/2026), menunjukkan semangat juang tim.

Daftar pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan antara lain: Juan Gamma (Spanyol), Rendy Baidzuri, Jones Pratama, Mario Prayanto, I Putu Ananda Adi Guna, Mazza Hadaduzzikra, Coco Komang, Carla Serrano (Spanyol), Tito Zuhda, Muhammad Al Furqan, Mike Tanoso, dan Kintan Pratiwi Anwar.
Kehadiran liga ini juga mendapat sambutan positif dari Ketua Umum PBPI, Galih Kartasasmita. Ia menyebut Liga Padel Indonesia sebagai titik balik krusial bagi olahraga padel yang baru dua tahun terakhir berkembang pesat di Tanah Air. Galih menegaskan bahwa liga ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan fondasi ekosistem yang selama ini diperjuangkan untuk menyejahterakan atlet.
"Ini sesuatu yang sangat luar biasa untuk PB PI dan seluruh masa depan atlet padel di Indonesia. Ini yang saya dambakan. Selama kami menata padel, kami selalu ingin menciptakan ekosistem di mana kesejahteraan atlet dikedepankan," ujar Galih dalam acara penandatanganan kerja sama antara PBPI Pusat dengan PT Liga Indonesia.
Sementara itu, Direktur PT Liga Padel Indonesia, Rudi Laksmana, menjelaskan bahwa liga akan berlangsung dari Agustus 2026 hingga Januari 2027. Dari 20 tim yang mendaftar, 12 klub profesional akan terpilih untuk berkompetisi. Lima kota besar ditunjuk sebagai tuan rumah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara.
"Lima kota ditunjuk sebagai tuan rumah dengan format home-away agar beban biaya tim tidak terlalu besar," pungkas Rudi, memastikan efisiensi bagi para peserta.
