Internationalmedia.co.id – News – Jakarta, 14 Agustus 2026. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Daniel Johan, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya terkait capaian swasembada pangan. Namun, di tengah pujian tersebut, Daniel juga menyoroti realitas harga pangan yang masih tinggi di pasaran, mendesak pemerintah untuk tidak hanya fokus pada angka produksi, melainkan juga pada keterjangkauan bagi rakyat.
Dalam keterangannya kepada internationalmedia.co.id, Daniel Johan memuji keberhasilan swasembada delapan komoditas strategis: beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen, yang disebutnya langsung menyentuh biaya produksi petani. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil kerja keras Kementerian Pertanian dan seluruh petani di lapangan.

Meski demikian, Daniel menekankan bahwa klaim swasembada pangan perlu diuji dengan kondisi riil di lapangan. "Kalau produksi naik tapi harga di pasar tetap mahal, artinya ada masalah di rantai distribusi yang harus segera dibenahi," ujarnya. Legislator PKB ini mengingatkan bahwa swasembada di atas kertas harus sejalan dengan keterjangkauan harga bagi masyarakat luas.
Lebih lanjut, Daniel Johan menyoroti ancaman fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu musim tanam mendatang. Ia mendesak pemerintah untuk melakukan mitigasi serius, mengingat banyak daerah sentra pertanian berisiko mengalami kekurangan air dan gagal tanam jika fenomena iklim ini semakin kuat.
Untuk itu, Daniel meminta Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) segera mengambil langkah konkret. Ini termasuk pengelolaan cadangan air yang efektif, percepatan program pompanisasi, penyediaan bibit varietas tahan kekeringan, pembangunan sumur dalam, hingga upaya modifikasi cuaca untuk memicu hujan.
Komisi IV DPR RI, lanjut Daniel, berkomitmen untuk terus mengawal dan mendorong pemerintah. Tujuannya adalah memastikan capaian swasembada pangan tidak hanya berhenti pada statistik, melainkan benar-benar dirasakan rakyat dalam bentuk harga yang stabil dan ketahanan pangan yang teruji menghadapi tantangan iklim ke depan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI menyatakan bahwa kondisi pangan Indonesia aman di tengah berbagai tantangan global. Prabowo menegaskan kesiapan pemerintah menghadapi El Nino yang diprediksi akan berdampak besar pada kondisi pangan dunia.
"Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal, akibat kesulitan pangan, dan cuaca yang tidak menentu. Kita alhamdulillah, dapat saya laporkan kepada majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman," kata Prabowo. Ia menambahkan bahwa pemerintahannya akan mampu menghadapi tantangan El Nino, yang disebutnya akan menjadi "paling dahsyat" tahun ini.
