Jakarta – Sebuah jaringan judi online internasional dengan situs ‘Ujangbet’ berhasil dibongkar oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri. Sindikat yang berpusat di Kamboja ini mengejutkan publik dengan nilai transaksi mencapai Rp 890 miliar dan modus operandi yang tak biasa, yakni memanfaatkan deposit pulsa. Pengungkapan ini menjadi sorotan utama Internationalmedia.co.id – News.
Brigjen Wira Satya Triputra, Dirtipidum Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut serius dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pemberantasan judi online. "Kami merespons banyaknya laporan masyarakat terkait maraknya praktik perjudian daring," ujar Brigjen Wira dalam konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).

Operasi penindakan dilakukan secara serentak di berbagai lokasi strategis di Indonesia, meliputi Jakarta Barat, Kabupaten Tangerang, Kota Pekanbaru, Riau, Medan Johor, Medan Kota, hingga Kota Batam. Dari serangkaian penggerebekan tersebut, sembilan individu berhasil diamankan sebagai tersangka. Bersama mereka, aparat menyita barang bukti signifikan: uang tunai senilai Rp 10 miliar, 28 unit telepon genggam, 4 unit laptop, 34 buku tabungan, 34 kartu ATM, sejumlah mata uang asing, serta perhiasan emas dan perak.
Keunikan sindikat ‘Ujangbet’ terletak pada metode transaksinya. Jika umumnya judi online mengandalkan transfer rekening bank atau dompet digital, jaringan ini justru memanfaatkan deposit pulsa untuk mengelabui jejak keuangan mereka. "Ini adalah kasus pertama yang cukup unik, di mana kami menemukan metode bermain judi online menggunakan deposit pulsa," terang Brigjen Wira.
Prosesnya dimulai ketika pemain mengakses situs ‘Ujangbet’ dan memilih opsi deposit pulsa. Saldo pulsa pemain akan terpotong dan terkumpul pada admin yang berbasis di Kamboja. Untuk mengubah pulsa tersebut menjadi uang tunai, admin di Kamboja akan menghubungi perantara dan distributor pulsa di Indonesia. Pulsa-pulsa ini kemudian dijual kembali ke agen atau toko pulsa di Indonesia dengan harga di bawah standar provider, sebuah cara cerdik untuk menyamarkan asal-usul dana dari praktik ilegal.
Berdasarkan koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terungkap bahwa perputaran uang dalam jaringan ‘Ujangbet’ selama periode April 2025 hingga April 2026 mencapai angka fantastis Rp 890 miliar lebih. "Akumulasi transaksi pembelian pulsa yang dilakukan para tersangka dalam kurun waktu satu tahun menunjukkan angka yang sangat besar," imbuh Wira.
Sembilan tersangka yang diamankan memiliki peran krusial dalam operasional sindikat ini. Mereka termasuk penyedia rekening fiktif untuk penarikan keuntungan, pengendali rekening penampung, admin transfer pulsa yang berkoordinasi dengan Kamboja, pengendali utama admin pulsa, agen penyedia nomor telepon untuk pengisian pulsa, pemilik rekening penampung pulsa, admin/agen yang mencari pelanggan untuk penjualan pulsa kembali, hingga penampung akhir pembelian pulsa hasil pencucian uang judi online. Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi sindikat judi online lainnya, sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam memberantas kejahatan siber yang meresahkan masyarakat.
