Internationalmedia.co.id – News – Jajaran Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia baru-baru ini melaksanakan ziarah ke makam Proklamator dan Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, atau yang akrab disapa Bung Hatta. Kunjungan penuh makna ini dilakukan menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan tujuan utama mengenang jasa, meneladani pemikiran, serta mengukuhkan kembali semangat kebangsaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa.
Rombongan pimpinan MPR RI dipimpin langsung oleh Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani. Ia didampingi oleh Wakil Ketua MPR RI Dr. Lestari Moerdijat, Hidayat Nur Wahid, dan Rusdi Kirana. Kehadiran mereka diperkuat oleh Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di MPR RI H. Anton Sukartono Suratto, Ketua Fraksi PKB di MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dan jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh ketiga putri almarhum Bung Hatta: Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muzani menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian integral dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. "Peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai sebagai seremoni," ujar Muzani, "tetapi harus menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendiri bangsa sekaligus meneruskan nilai-nilai luhur yang mereka wariskan."
Muzani lebih lanjut menekankan peran krusial Bung Hatta bersama Bung Karno sebagai Dwi Tunggal yang tidak hanya memproklamasikan kemerdekaan, tetapi juga gigih memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia di kancah internasional. "Bung Hatta dan Bung Karno telah meletakkan fondasi penting bagi berdirinya Republik Indonesia," jelasnya, seraya menambahkan bahwa Bung Hatta juga merupakan arsitek pemikiran ekonomi kerakyatan yang berlandaskan semangat kekeluargaan, sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 dan 34 UUD 1945.
Salah satu puncak perjuangan Bung Hatta yang disoroti Muzani adalah kepemimpinannya dalam delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag tahun 1949, yang berujung pada pengakuan kedaulatan penuh Republik Indonesia oleh Belanda. "Meskipun jasad beliau telah tiada, pemikiran, keteladanan, dan pengabdian Bung Hatta tetap hidup dan relevan," tegas Muzani. "Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan panjang yang wajib kita jaga dan wariskan."
Semangat yang diwariskan Bung Hatta, menurut Muzani, sangat relevan dalam menapaki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai seperti persatuan, kedaulatan, demokrasi, keadilan sosial, dan ekonomi yang berpihak pada rakyat adalah inti dari cita-cita kemerdekaan yang harus terus diperjuangkan. "Delapan puluh satu tahun merdeka harus menjadi momentum refleksi," kata Muzani. "Apa yang telah kita capai dan apa yang masih harus kita perjuangkan. Kemerdekaan harus memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia."
Muzani juga mengaitkan ziarah ini dengan Sidang Tahunan MPR RI yang akan diselenggarakan pada
