Pencarian potongan kaki korban mutilasi berinisial K (51) yang diduga dibuang oleh tersangka Saepul (26) di Kali Licin, Depok, Jawa Barat, hingga kini belum membuahkan hasil signifikan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa upaya keras aparat kepolisian, termasuk penyisiran intensif dan pengerahan anjing K-9, terus dilakukan untuk mengungkap misteri hilangnya bagian tubuh korban.
Kasus tragis ini bermula dari penemuan karung mencurigakan di sebuah tanah kosong pada 24 Juli 2026. Warga yang awalnya mengira karung tersebut berisi sampah, akhirnya berinisiatif membakarnya pada Selasa, 4 Agustus, dan terkejut menemukan jenazah manusia di dalamnya. Berdasarkan penyelidikan mendalam, termasuk identifikasi korban, olah TKP, dan keterangan saksi, polisi kemudian berhasil mengidentifikasi dan menangkap Saepul di Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8), saat ia berusaha melarikan diri.

Setelah penangkapan Saepul, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama tim gabungan kembali memfokuskan pencarian di Kali Licin, Depok, khususnya untuk menemukan potongan kaki korban yang dimutilasi. Pada Jumat (7/8), yang merupakan hari kedua pencarian intensif, dua anjing pelacak dari Ditpolsatwa Baharkam Polri, K-9 Roby dan K-9 Dasa, diterjunkan ke lokasi. Kombes Gatot Aris Purbaya, Kasubdit Pelacakan dan Penangkalan Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, menjelaskan peran masing-masing. "K-9 Roby spesialis kriminal umum dan K-9 Dasa spesialis cadaver untuk tuntaskan pencarian sisa potongan tubuh korban mutilasi Depok," tegasnya.
Sebelumnya, K-9 Roby telah berperan penting dalam menunjukkan jejak pelaku Saepul dari lokasi penemuan mayat di Tanah Merah, Cipayung, hingga mengarah ke kontrakan pelaku yang menjadi TKP pembunuhan dan mutilasi. Sementara itu, K-9 Dasa dikerahkan khusus karena kemampuannya melacak jasad atau cadaver, dengan harapan bisa menemukan sisa potongan tubuh korban yang diyakini dibuang ke Kali Licin. Meskipun pelaku telah diringkus, tugas tim gabungan belum sepenuhnya usai, dan pencarian sisa tubuh korban menjadi prioritas.
Namun, upaya pencarian ini tidak lepas dari berbagai kendala. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengungkapkan bahwa aliran sungai yang deras menjadi tantangan utama. "Penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terus berupaya mencari masih ada potongan badan bagian bawah dua kaki, ya yang dibuang oleh tersangka," jelas Kombes Iman kepada wartawan pada Jumat (7/8).
Diduga kuat, potongan kaki yang dibuang oleh Saepul (26) telah hanyut terbawa arus. "Titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," tambahnya. Selain itu, durasi pencarian yang sudah berlangsung cukup lama juga menjadi faktor yang mempersulit, meskipun tim gabungan berkomitmen untuk terus bertahan hingga seluruh potongan tubuh korban ditemukan.
