Internationalmedia.co.id – News melaporkan, ratusan keluarga di Kampung Sambiayunan, Desa Lamaran, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, akhirnya bisa bernapas lega setelah berjuang menghadapi krisis air bersih selama beberapa pekan. Polres Serang sigap merespons kondisi darurat ini dengan menyalurkan belasan ribu liter air pada Rabu lalu, 29 Juli 2026, menggunakan armada khusus.
Total 13.000 liter air vital tersebut diangkut menggunakan satu unit kendaraan water cannon milik Polres Serang dan didukung satu unit mobil tangki air. Distribusi ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan esensial warga, mulai dari konsumsi hingga sanitasi harian. Dua titik utama penyaluran berada di RT 014/RW 05 dan RT 013/RW 05 Kampung Sambiayunan, di mana antusiasme warga terlihat jelas.

Pemandangan haru terlihat di lokasi. Warga berbondong-bondong membawa berbagai wadah penampungan, mulai dari jeriken, ember, hingga drum besar, berbaris rapi menanti giliran mendapatkan pasokan air bersih yang sudah lama mereka dambakan. Krisis air ini memang telah membuat aktivitas harian mereka terganggu secara signifikan.
Menurut keterangan dari Polres Serang, kekeringan ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan warga kesulitan parah dalam mengakses air bersih. Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi kesulitan.
"Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu meringankan beban warga yang membutuhkan. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat memberikan manfaat besar dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," ujar AKBP Andri Kurniawan, seperti dikutip Internationalmedia.co.id.
Lebih lanjut, Andri Kurniawan memastikan bahwa kegiatan kemanusiaan serupa akan terus digalakkan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. "Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama ketika mereka menghadapi kondisi darurat atau bencana alam yang tak terduga," pungkasnya, menegaskan komitmen jangka panjang institusi.
