Gelombang aksi begal yang belakangan ini meneror Kota Bandung telah memicu keresahan mendalam di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas hingga larut malam. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto memberikan jaminan keamanan, mempersilakan warga untuk tidak ragu menghubungi aparat kepolisian jika merasa terancam saat pulang malam. Internationalmedia.co.id – News
Keresahan ini bukan tanpa alasan. Adinda Religia, seorang warga Kopo Sayati, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu contoh nyata. Gadis yang bekerja di kawasan Jalan Rajawali ini terpaksa meminta bantuan kepolisian untuk mengawalnya pulang menuju Margahayu setelah jam kerjanya usai di malam hari, menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan rasa aman di jalanan.

Menyikapi fenomena ini, Irjen Pipit Rismanto menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa sungkan atau ragu untuk meminta bantuan pengawalan dari pihak kepolisian. "Boleh, boleh, boleh. Jadi apabila ada ketakutan, ini imbauan kepada seluruh warga, memang mungkin mau pulang jamnya sudah terlalu malam dan ketakutan, tolong informasikan dan laporkan kepada kepolisian," ujar Pipit, seperti dilansir internationalmedia.co.id.
Ia menambahkan, seluruh jajaran kepolisian di Jawa Barat telah diinstruksikan untuk memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat yang membutuhkan pengawalan. Petugas akan dikerahkan, terutama di titik-titik rawan, untuk memastikan warga dapat tiba di rumah dengan selamat. "Saya umumkan nanti akan saya perintahkan jajaran di mana pun berada agar merespons ya. Iya, karena nanti ada di spot-spot tertentu ya sudah ada anggota yang siaga di situ," jelasnya lebih lanjut.
Pernyataan Kapolda ini diharapkan dapat menenangkan warga Bandung dan sekitarnya, sekaligus menjadi pengingat bahwa aparat keamanan selalu siap sedia untuk menjaga ketertiban dan memberikan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah maraknya ancaman kejahatan jalanan.
