Meskipun upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, terus digencarkan, kualitas udara di sekitarnya masih jauh dari kata aman. Internationalmedia.co.id – News mengabarkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah turun tangan melakukan pemantauan ketat, menemukan fakta yang mengharuskan warga tetap waspada.
Direktur Jenderal Penegakkan Hukum (Gakkum) KLH, Rasio Ridho Sani, mengungkapkan bahwa timnya telah mengerahkan dua mobil pemantau kualitas udara dan tiga alat portabel untuk mengukur kondisi atmosfer di lokasi. Kepada internationalmedia.co.id pada Senin lalu, Ridho Sani menjelaskan bahwa pemantauan tersebut memang menunjukkan adanya penurunan konsentrasi partikel polutan berukuran 2,5 mikrometer (PM 2.5) di udara pada lokasi terbakar, jika dibandingkan dengan hari-hari awal kebakaran.

Meski demikian, Ridho Sani menekankan bahwa penurunan ini tidak serta-merta menjadikan udara sepenuhnya aman. Ia secara tegas mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar TPA Jatiwaringin dan terdampak asap agar tetap menggunakan masker saat berkegiatan di luar ruangan. "Beberapa titik kualitas udara masih tidak sehat," ujarnya, seraya mengingatkan warga untuk segera mengunjungi pos kesehatan terdekat jika mengalami gangguan kesehatan.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin sendiri telah berlangsung sejak Selasa (30/6) dan belum sepenuhnya padam. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menetapkan status tanggap darurat, mengingat meluasnya area yang terbakar.
Di sisi lain, Ridho Sani juga melaporkan adanya penurunan titik-titik api yang terbakar di lapangan. Hal ini berkat intensitas pemadaman yang dilakukan secara terpadu: water bombing oleh BNPB dari udara, pemadaman di permukaan oleh Damkar, serta penanganan api di dalam tumpukan sampah oleh Manggala Agni.
Informasi terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (5/7) menyebutkan bahwa 40% dari wilayah yang terbakar di TPA Jatiwaringin telah berhasil dipadamkan dan dalam tahap pendinginan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa upaya pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara masih terus difokuskan pada 60% area yang tersisa, yang meskipun sudah bisa dikendalikan, namun belum sepenuhnya padam.
Untuk mempercepat proses pemadaman, BNPB akan menambah dua unit helikopter water bombing, sehingga total menjadi empat unit yang akan direposisi dalam waktu dekat.
