Internationalmedia.co.id – News – Perempuan Amanat Nasional (PUAN) bergerak cepat merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang baru-baru ini mengukuhkan kewajiban partai politik untuk memenuhi kuota minimal 30 persen calon legislatif (caleg) perempuan. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kesiapan partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, sekaligus menghindari risiko diskualifikasi di daerah pemilihan yang tidak memenuhi ketentuan tersebut.
Ketua Umum PUAN, Farah Puteri Nahlia, menegaskan bahwa upaya penguatan kaderisasi dan rekrutmen politik perempuan ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. "Ini adalah perintah langsung dari Ketum PAN. Kami akan terus tancap gas, gaspol, untuk memastikan kuota 30 persen terpenuhi dan bahkan terlampaui," ujar Farah dalam keterangan pers yang diterima internationalmedia.co.id pada Sabtu (20/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Farah di sela-sela acara pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PUAN yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6). Sebagai tindak lanjut, PAN melalui PUAN berencana membentuk sebuah ‘sekolah politik’ khusus bagi kader-kader perempuan. Program ini dirancang untuk membekali para calon legislator perempuan dengan strategi dan pengetahuan politik yang mumpuni, khususnya bagi mereka yang berambisi maju dalam Pemilu 2029.
Farah menjelaskan, "Kami akan membuat semacam kelas sekolah politik yang langsung fokus pada strategi politik praktis. Tujuannya agar perempuan PUAN yang berkeinginan maju ke legislatif pada 2029 sudah memiliki bekal yang matang." Ia menekankan pentingnya persiapan dini. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar untuk memenuhi ambang batas kuota, melainkan untuk secara signifikan meningkatkan representasi perempuan PAN baik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Dengan optimisme tinggi, Farah menambahkan bahwa saat ini pun jumlah kader perempuan PAN yang telah menduduki kursi di DPR dan DPRD sudah cukup signifikan. "Kami sangat optimis. Jumlah kader perempuan kami di legislatif sudah banyak, dan kami akan terus meningkatkannya. Oleh karena itu, kami akan gencar mencari kader-kader terbaik di setiap daerah, melakukan maraton persiapan hingga Pemilu 2029," pungkasnya.
Acara pelantikan DPP PUAN tersebut turut dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Ketua Umum PAN yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) sekaligus Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto; Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno; serta sejumlah elit dan fungsionaris PAN lainnya.
