Internationalmedia.co.id – News – Sebuah aksi perampokan dramatis mengguncang sebuah minimarket di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Seorang pelaku berhasil menggasak uang tunai belasan juta rupiah dan sejumlah rokok setelah menyekap dua karyawan di ruang brankas. Yang mengejutkan, senjata yang digunakan pelaku untuk mengancam korban ternyata hanyalah sebuah korek api berbentuk pistol.
Insiden ini terjadi di sebuah minimarket yang berlokasi di kawasan Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan. Menurut Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, pelaku awalnya meminta karyawan untuk mengantarnya ke ruang brankas yang berada di lantai dua. Di sana, pelaku memaksa salah satu korban, yang diidentifikasi sebagai NA, untuk memasukkan uang tunai sebesar Rp 11,6 juta ke dalam sebuah kantong plastik berwarna hitam.

Setelah berhasil menguasai uang dari brankas, pelaku kemudian meninggalkan kedua karyawan, NA dan TI, di dalam ruang penyimpanan tersebut. Ia mengunci pintu dari luar, memastikan korban tidak bisa keluar. Kanit 2 Subdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya, AKP Reza Arif Hadafi, menambahkan bahwa pelaku selanjutnya turun ke lantai satu dan mengambil tambahan uang sebesar Rp 500 ribu dari meja kasir, serta sejumlah bungkus rokok sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Aksi perampokan ini sempat terekam kamera pengawas dan videonya viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat pelaku yang masuk seorang diri mengenakan topi dan masker, menodongkan benda mirip pistol kepada dua karyawan yang sedang bertugas. Namun, belakangan terungkap setelah pelaku berhasil ditangkap, benda yang digunakan untuk mengancam itu adalah sebuah korek api jenis "Pietro Beretta" berwarna hitam.
"Pelaku ke meja kasir dan tiba-tiba mengeluarkan benda mirip pistol dari balik bajunya, kemudian menodongkan ke arah saksi," jelas Reza Arif Hadafi, mengutip keterangan dari saksi. Penggunaan korek api sebagai alat ancam ini menambah dimensi unik pada kasus perampokan tersebut, menunjukkan modus operandi pelaku yang tak terduga dan keberaniannya dalam melancarkan aksinya.
