Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Iran Gegerkan Selat Hormuz Dua Kapal Diduga Israel Disita
Trending Indonesia

Iran Gegerkan Selat Hormuz Dua Kapal Diduga Israel Disita

GunawatiBy Gunawati25-04-2026 - 10.15Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan di jalur perairan strategis Selat Hormuz kembali memuncak setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penyitaan dua kapal kargo komersial. Insiden yang dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News ini terjadi di tengah dugaan kuat keterkaitan kapal-kapal tersebut dengan Israel, memicu pertanyaan besar mengenai eskalasi konflik regional yang semakin memanas.

Penyitaan yang terjadi pada Jumat lalu ini, sebagaimana dilansir oleh Mehr News Agency dan dikutip Anadolu Agency pada Sabtu, melibatkan kapal-kapal yang diidentifikasi sebagai MSC-Francesca dan Epaminondas. Keduanya beroperasi di bawah bendera MSC (Mediterranean Shipping Company), salah satu perusahaan peti kemas swasta terbesar di dunia. IRGC berdalih bahwa tindakan ini diambil karena kapal-kapal tersebut diduga beroperasi tanpa izin dan melanggar peraturan maritim, termasuk mengganggu sistem navigasi serta membahayakan lalu lintas kapal lain. Namun, rincian mengenai "keterkaitan dengan Israel" yang menjadi salah satu alasan utama penyitaan, belum diungkapkan secara jelas oleh Teheran.

Iran Gegerkan Selat Hormuz Dua Kapal Diduga Israel Disita
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Laporan dari Mehr News Agency menambahkan bahwa otoritas Iran menuduh kapal-kapal tersebut berupaya melintasi Selat Hormuz secara diam-diam sebelum akhirnya dicegat dan dikawal menuju wilayah perairan Iran. Sejak pecahnya konflik melawan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu, Teheran secara efektif telah membatasi aktivitas perlintasan di Selat Hormuz, sebuah jalur vital yang krusial bagi pasokan minyak dan gas global. Iran menegaskan kendalinya atas perairan strategis ini, yang menjadi titik ketegangan geopolitik yang berkelanjutan.

Sebagai respons, Amerika Serikat pada 13 April lalu memberlakukan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah ini, yang diperintahkan langsung oleh Presiden Donald Trump, bertujuan untuk menekan Teheran agar membuka kembali akses Selat Hormuz. Aksi saling blokade dan penyitaan ini menggarisbawahi semakin panasnya situasi di kawasan tersebut, dengan kedua belah pihak saling unjuk kekuatan maritim.

Sebelum insiden terbaru ini, pasukan militer AS juga telah melakukan penyitaan dan penggeledahan terhadap sebuah kapal tanker di Samudra Hindia. Kapal tanker bernama Majestic X, yang disebut "tanpa status negara" namun telah dikenai sanksi AS, diduga terlibat dalam penyelundupan minyak Iran. Operasi ini, yang dilakukan di wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM), menunjukkan komitmen Washington untuk menindak pelanggaran sanksi.

Data pelacakan kapal menunjukkan Majestic X berlayar di perairan Samudra Hindia, tepatnya di antara Sri Lanka dan Indonesia, lokasi yang mirip dengan penyitaan kapal tanker Tifani sebelumnya oleh pasukan AS. Kapal tersebut diketahui sedang menuju Zhoushan, China. Pentagon dengan tegas menyatakan bahwa perairan internasional tidak akan menjadi "tameng" bagi pihak-pihak yang dikenai sanksi, menegaskan kembali sikap keras AS terhadap aktivitas ilegal yang terkait dengan Iran.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Bawa Kembali Metode Kuno Hukuman Mati

25-04-2026 - 18.00

Pemilu Pertama Pasca Perang Gaza Fakta Mengejutkan Terungkap

25-04-2026 - 16.30

Timur Tengah Memanas Tiga Kapal Induk AS Unjuk Gigi

25-04-2026 - 16.15

Dua Nyawa Melayang di Pasifik Operasi AS Jadi Sorotan

25-04-2026 - 16.00

Menlu Iran Mendarat di Pakistan Apa Yang Terjadi

25-04-2026 - 12.15

Misteri Tawaran Iran untuk AS

25-04-2026 - 12.00
Leave A Reply Cancel Reply

Footer Logo - 48 Media Partners

MEDIA PARTNERS

bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

MORE MEDIA PARTNERS โ†’ SWIPE TO EXPLORE

cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.