Internationalmedia.co.id – News – Militer Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melancarkan operasi pencegatan di Samudra Hindia, berhasil menyita sebuah kapal tanker yang diduga kuat terlibat dalam penyelundupan minyak mentah Iran. Kapal bernama Majestic X ini, yang sebelumnya telah masuk daftar sanksi AS, digeledah oleh pasukan khusus AS dalam sebuah misi yang menegaskan komitmen Washington untuk membongkar jaringan ilegal.
Departemen Pertahanan AS, atau Pentagon, pada Kamis (23/4) merilis rekaman video yang menunjukkan personel militernya berada di dek kapal tanker tersebut. Dalam pernyataan resminya melalui platform X, Pentagon mengonfirmasi bahwa mereka melakukan "pencegahan maritim dan penggeledahan berdasarkan hak kunjungan terhadap kapal tanpa status negara (stateless) yang dikenai sanksi, M/T Majestic X." Kejadian ini dilaporkan oleh Anadolu Agency dan Associated Press pada Jumat (24/4/2026).

Pihak AS menegaskan akan terus memperketat penegakan hukum maritim global. "Kami akan melanjutkan penegakan hukum maritim global untuk mengganggu jaringan ilegal dan mencegat kapal-kapal yang memberikan dukungan material kepada Iran, di mana pun mereka beroperasi," demikian bunyi pernyataan Pentagon. Operasi ini berlangsung di wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM), sebuah area strategis yang mencakup sebagian besar Samudra Hindia.
Data pelacakan kapal menunjukkan Majestic X berlayar di perairan Samudra Hindia, tepatnya di antara Sri Lanka dan Indonesia, saat dicegat. Lokasi ini mirip dengan insiden penyitaan kapal tanker Tifani sebelumnya oleh pasukan AS. Majestic X sendiri diketahui sedang dalam perjalanan menuju Zhoushan, Tiongkok, ketika operasi penangkapan terjadi. Pentagon dengan tegas menyatakan bahwa perairan internasional tidak akan menjadi "tameng" bagi pihak-pihak yang dikenai sanksi.
Penyitaan Majestic X terjadi hanya sehari setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan menyerang tiga kapal kargo di Selat Hormuz, bahkan mengambil alih dua di antaranya. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan maritim di kawasan tersebut.
Menurut platform pelacakan kapal Tanker Trackers, Majestic X, yang sebelumnya dikenal sebagai Phonix, memiliki rekam jejak memfasilitasi ekspor sekitar 20 juta barel minyak Iran sejak tahun 2023. Kapal ini telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada tahun 2024 karena aktivitas penyelundupan minyak mentah Iran. Meskipun kapal tersebut mengibarkan bendera Guyana, Tanker Trackers melaporkan bahwa penggunaan bendera tersebut dilakukan tanpa izin resmi dari negara Guyana. Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari pihak Iran terkait insiden penyitaan ini.
