Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Iran Tidak Percaya AS Siap Beraksi
Trending Indonesia

Iran Tidak Percaya AS Siap Beraksi

GunawatiBy Gunawati21-04-2026 - 10.00Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Iran secara terbuka menyatakan ketidakpercayaannya terhadap segala bentuk negosiasi dengan Amerika Serikat, terutama yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan mengakhiri agresi AS-Israel. Pernyataan tegas ini dilontarkan oleh Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi.

Pernyataan Mousavi muncul di tengah meningkatnya ancaman dari Washington dan menjelang berakhirnya gencatan senjata yang dimediasi Pakistan minggu ini. Meskipun ada upaya untuk putaran kedua pembicaraan antara Teheran dan Washington, Iran tetap skeptis. Mengutip Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, Mousavi menegaskan, "Kami tidak mempercayai negosiasi dengan Anda, tetapi kami percaya pada kekuatan Tuhan, rakyat, dan para pejuang." Demikian dilaporkan oleh Press TV pada Selasa (21/4/2026).

Iran Tidak Percaya AS Siap Beraksi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Mousavi lebih lanjut memperingatkan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam menghadapi provokasi. "Setiap ancaman terhadap Iran akan ditanggapi dengan respons yang tegas dan keras," ujarnya. Ia menekankan bahwa Iran telah meninggalkan masa-masa kelemahan dan penyerahan diri. "Di mana pun Anda berada, kami akan merespons dengan keras kapan pun kami mau," tambahnya, menunjukkan kesiapan Iran untuk bertindak tanpa ragu.

Ketegangan di kawasan ini telah memuncak sejak 28 Februari, ketika agresi gabungan AS-Israel dimulai dengan serangan udara mematikan yang menargetkan pejabat dan komandan senior Iran. Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran melancarkan lebih dari 100 gelombang serangan terhadap sasaran strategis Amerika dan Israel di seluruh kawasan. Selain itu, Teheran juga memberlakukan blokade di Selat Hormuz, jalur perairan vital, terhadap kapal tanker minyak dan gas yang terafiliasi atau bekerja sama dengan pihak musuh, demi menjaga keamanan maritim.

Sebuah gencatan senjata dua minggu, yang dimediasi oleh Pakistan, mulai berlaku pada 8 April, empat puluh hari setelah pecahnya konflik. Namun, harapan untuk meredakan ketegangan pupus setelah putaran pertama negosiasi antara Teheran dan Washington tidak membuahkan hasil. Iran menuding Gedung Putih mengajukan "tuntutan berlebihan" yang membuat kesepakatan tidak mungkin tercapai. Dengan berakhirnya gencatan senjata dan kegagalan negosiasi, prospek perdamaian di kawasan tersebut semakin tidak pasti, di tengah ancaman balasan keras dari Iran.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

UEA Pertimbangkan Usir Pangkalan AS Mengapa

21-04-2026 - 18.45

Netanyahu Terancam Ditangkap di Hungaria

21-04-2026 - 18.30

Israel Bikin Kejutan di Timur Tengah

21-04-2026 - 18.15

Misteri Ratusan Kapal di Hormuz Terkuak

21-04-2026 - 18.00

Jalur Energi Dunia Terancam Panggilan Darurat MBS Xi

21-04-2026 - 16.45

Malam Mencekam di North Carolina Dua Remaja Tewas

21-04-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.