Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan perintah mengejutkan kepada Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz. Keputusan drastis ini diambil menyusul kegagalan perundingan maraton dengan Iran di Pakistan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, perintah tersebut diumumkan Trump melalui platform Truth Social miliknya pada Minggu (12/4/2026), menandai eskalasi signifikan dalam konflik regional.
Trump mengungkapkan bahwa meskipun negosiasi di Pakistan telah berjalan dengan baik dan sebagian besar poin telah disepakati, Teheran menolak untuk mengalah terkait program nuklirnya. "Berlaku segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses pemblokadean terhadap setiap dan seluruh Kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz," tulis Trump. Ia juga mengeluarkan peringatan keras: "Setiap orang Iran yang menembak ke arah kami, atau ke arah kapal-kapal damai, akan diledakkan sampai hancur!" Trump juga mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan "negara-negara lain" dalam upaya blokade ini, tanpa merinci lebih lanjut.

Wakil Presiden AS JD Vance, bersama utusan khusus Steve Witkoff dan menantu presiden Jared Kushner, meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan setelah pembicaraan akhir pekan dengan tim Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Pembicaraan tersebut bertujuan untuk memperkuat gencatan senjata dua minggu dan mencapai kesepakatan akhir guna mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang telah menewaskan ribuan orang dan mengacaukan pasar global. Namun, tidak ada kesimpulan yang tercapai.
Trump mengecam keras Iran karena ingkar untuk membuka Selat Hormuz, jalur air strategis yang dilalui seperlima minyak mentah dunia. Ia menuding Teheran sengaja gagal memenuhi janji tersebut dan bahkan menuduh mereka memasang ranjau di perairan, meskipun sebagian besar angkatan laut Iran telah hancur. "Mereka mungkin saja melakukannya, tetapi pemilik kapal mana yang mau mengambil risiko?" tanya Trump. Ia menuntut, "Sesuai janji mereka, mereka sebaiknya segera memulai proses pembukaan jalur air internasional ini dengan cepat!" Faktanya, Iran sendiri telah secara efektif memblokade Selat Hormuz selama berminggu-minggu, sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap republik Islam tersebut lebih dari enam minggu lalu.
Sebagai respons terhadap situasi ini, militer AS pada hari Sabtu mengumumkan bahwa dua kapal perangnya telah melintasi selat tersebut pada awal operasi pembersihan ranjau. Trump memperingatkan bahwa pada akhirnya, pasukan AS akan "menghabisi sisa-sisa kecil dari Iran" jika diperlukan. "Kami sudah sepenuhnya ‘locked and loaded’ (siap tempur)," pungkasnya, mengisyaratkan kesiapan penuh untuk eskalasi lebih lanjut.
(wnv/rfs)

