Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Respons ini datang menyusul perintah Presiden AS Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz, jalur pelayaran vital, setelah perundingan penting di Pakistan kandas. Teheran menegaskan bahwa selat strategis tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.
"Seluruh lalu lintas maritim… berada di bawah pengawasan penuh angkatan bersenjata kami," demikian pernyataan dari komando angkatan laut Garda Revolusi, seperti dilaporkan kantor berita AGP pada Senin (13/4). Mereka menambahkan ancaman serius: "Musuh akan terjebak dalam pusaran mematikan di Selat jika mereka berani mengambil langkah yang salah."

Dalam pernyataan terpisah yang dirilis oleh kantor hubungan masyarakat Garda Revolusi, ditekankan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk kapal sipil sesuai dengan regulasi internasional yang berlaku. Namun, peringatan tegas diberikan kepada kapal militer. "Setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz dengan dalih apa pun akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak dengan tegas," bunyi pernyataan tersebut.
Situasi ini semakin rumit mengingat Iran telah memberlakukan blokade de-facto di Selat Hormuz sejak dimulainya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, yang memicu lonjakan harga energi global. Meskipun gencatan senjata selama dua minggu sempat disepakati, kondisinya kini dipertanyakan menyusul kegagalan pembicaraan antara Iran dan AS di Pakistan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara langsung memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz. Keputusan drastis ini diambil setelah perundingan maraton dengan Iran di Pakistan, yang menurut Trump, sebagian besar poinnya telah disepakati, namun Teheran menolak untuk berkompromi terkait program nuklirnya.
Melalui platform Truth Social miliknya pada Minggu (12/4), Trump menyatakan, "Berlaku segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses pemblokadean terhadap setiap dan seluruh Kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz." Dia juga tidak segan melontarkan ancaman keras: "Setiap orang Iran yang menembak ke arah kami, atau ke arah kapal-kapal damai, akan diledakkan sampai hancur!"

