Ketegangan geopolitik global kembali memanas pada Selasa (14/4/2026), dengan sorotan utama tertuju pada langkah Amerika Serikat yang memberlakukan blokade laut di sekitar pelabuhan Iran. Kebijakan kontroversial ini segera menuai kecaman keras dari China, yang menyebutnya ‘berbahaya dan tidak bertanggung jawab’. Berita ini, bersama dengan kontroversi terbaru Presiden AS Donald Trump, unjuk kekuatan rudal Korea Utara, dan penarikan staf nuklir Rusia dari Iran, menjadi topik terpopuler yang dihimpun Internationalmedia.co.id – News hari ini.
Pemerintah Tiongkok secara tegas menyatakan bahwa blokade Amerika Serikat di sekitar pelabuhan-pelabuhan Iran adalah tindakan yang ‘berbahaya dan tidak bertanggung jawab’. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman akan menenggelamkan kapal apa pun yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran. Perintah blokade ini, yang mencakup pelabuhan dan wilayah pesisir di Teluk, dikeluarkan Trump menyusul kegagalan perundingan damai antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu. Blokade tersebut mulai berlaku pada Senin (13/4) pukul 14.00 GMT, meskipun sebelumnya AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata dua minggu.

Meski blokade telah diberlakukan sepenuhnya, setidaknya tiga kapal tanker berhasil melintasi Selat Hormuz pada hari pertama blokade, Selasa (14/4) waktu setempat. Data perkapalan terbaru, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut tidak menuju pelabuhan Iran, sehingga tidak termasuk dalam target blokade AS.
Di tengah ketegangan geopolitik, Presiden Donald Trump juga kembali menjadi sorotan publik atas kontroversi di media sosial. Ia menghapus unggahan gambar buatan kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai sosok Yesus Kristus. Unggahan di akun Truth Social miliknya pada Minggu (12/4) ini memicu gelombang kecaman, bahkan dituduh melakukan penistaan agama oleh kelompok konservatif religius di AS, sebelum akhirnya dihapus pada Senin (13/4). Gambar tersebut, seperti dilaporkan Al Jazeera dan Anadolu Agency, menggambarkan Trump dalam jubah putih dan selempang merah, meletakkan tangan di kepala seorang pria, menyerupai adegan penyembuhan.
Beralih ke Semenanjung Korea, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara langsung mengawasi uji coba terbaru rudal jelajah dan rudal antikapal perang yang diluncurkan dari sebuah kapal perang. Uji coba pada Minggu (12/4) ini, menurut laporan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), merupakan bagian dari serangkaian peluncuran rudal yang dilakukan Pyongyang belakangan ini. Dua rudal jelajah strategis diklaim mampu mengudara lebih dari dua jam, sementara rudal antikapal perang mengudara selama 33 menit.
Sementara itu, Rusia telah menarik hampir seluruh stafnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran, satu-satunya PLTN di negara tersebut yang dibangun dan dioperasikan dengan bantuan Moskow. Kepala badan energi atom Rusia, Alexei Likhachev, menyatakan pada Senin (13/4) bahwa 108 orang telah dievakuasi, menyisakan hanya 20 orang yang terdiri dari manajer dan penanggung jawab keselamatan peralatan. Penarikan ini, seperti dilansir Al Arabiya dan AFP, menambah kompleksitas situasi di kawasan tersebut di tengah blokade AS.
Berbagai peristiwa internasional ini menunjukkan dinamika geopolitik yang terus bergejolak, dengan ketegangan di Teluk Persia, kontroversi politik di Amerika Serikat, unjuk kekuatan militer di Asia Timur, dan perubahan signifikan dalam kerja sama nuklir Iran-Rusia. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Internationalmedia.co.id.

