Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Putin menegaskan kesiapan Rusia untuk turun tangan membantu kawasan tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang terus meningkat, mengisyaratkan peran aktif Moskow dalam meredakan krisis.
Pernyataan penting ini disampaikan Putin kepada Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, seperti dilansir Aljazeera baru-baru ini. Dalam pertemuan di Kremlin, Putin mengungkapkan harapannya agar konflik dapat segera berakhir. Ia juga menyinggung bahwa Presiden Trump telah membahas isu serupa sehari sebelumnya, menandakan perhatian global terhadap situasi ini. Informasi ini disampaikan melalui siaran pers Rusia yang dikutip internationalmedia.co.id.

Menekankan kembali komitmennya, Putin menegaskan kesediaan Rusia untuk berkontribusi aktif dalam memulihkan kondisi di Timur Tengah. "Kami siap mengerahkan segala upaya untuk menstabilkan situasi dan, seperti ungkapan yang sering digunakan dalam kasus semacam ini, mengembalikannya ke keadaan normal," ujar Putin, menunjukkan keseriusan Rusia dalam mencari solusi damai.
Konflik yang memicu keprihatinan ini diketahui telah berlangsung sejak 28 Februari lalu. Diawali dengan serangan gabungan skala besar oleh AS dan Israel terhadap Iran, eskalasi ini telah menelan korban jiwa yang signifikan. Data terkini menunjukkan sedikitnya 1.340 orang tewas di berbagai wilayah Iran, termasuk kehilangan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran tidak tinggal diam. Negara tersebut merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan instalasi di Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Situasi ini memicu kekhawatiran akan potensi perang yang lebih luas di kawasan yang sudah rentan, menjadikan tawaran bantuan dari Rusia sebagai sorotan utama dalam dinamika geopolitik global.

