Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah melancarkan serangan signifikan terhadap sebuah gudang amunisi besar di Isfahan, Iran, menggunakan sejumlah bom penghancur bunker berbobot 2.000 pon, atau setara 900 kilogram. Serangan ini memicu ledakan dahsyat dan bola api raksasa, menandai eskalasi serius dalam konflik Timur Tengah yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden ini menjadi sorotan setelah Presiden AS Donald Trump membagikan rekaman video ledakan tersebut.
Video yang diunggah Trump melalui platform Truth Social pada Senin (30/3) menunjukkan momen bola api besar yang kemudian diikuti oleh serangkaian ledakan sekunder. Meskipun tanpa keterangan spesifik dari Trump, laporan dari Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip oleh NDTV pada Selasa (31/3) mengidentifikasi rekaman tersebut sebagai serangan AS di pinggiran Isfahan, Iran tengah. Fenomena ledakan beruntun ini, yang lazim terjadi saat amunisi terbakar, memberikan gambaran mengerikan tentang kekuatan serangan tersebut.

Data dari satelit pelacak api Badan Antariksa AS (NASA) semakin memperkuat dugaan ini, menunjukkan titik ledakan berada di dekat Gunung Soffeh, sebuah area yang diyakini memiliki instalasi militer penting di Iran. Hingga kini, pihak Iran belum memberikan pernyataan resmi atau mengakui insiden pengeboman di Isfahan tersebut.
Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip WSJ, mengonfirmasi bahwa "sejumlah besar bom penghancur bunker, atau amunisi penetrator, digunakan dalam serangan" ini. Tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan rudal, roket, dan bahan peledak lainnya yang tersimpan di gudang tersebut. Bom penghancur bunker, dengan berat sekitar 900 kilogram, adalah senjata khusus yang dirancang untuk menembus target yang diperkuat. Bom ini efektif untuk menyerang instalasi militer bawah tanah, bunker yang diperkuat, dan situs nuklir.
Desain bom ini dilengkapi dengan selongsong baja yang diperkeras, memungkinkannya menembus lapisan tanah dan beton tebal sebelum meledak pada kedalaman yang telah ditentukan. Keunggulan "bom penghancur bunker" bukan hanya pada daya ledaknya yang masif, tetapi juga pada kemampuannya untuk diatur waktu ledakannya, memungkinkan serangan presisi terhadap target yang tidak dapat dijangkau oleh jenis bom konvensional lainnya.
Isfahan sendiri merupakan kota dengan nilai strategis tinggi bagi Iran. Selain menjadi lokasi pangkalan militer dan pusat industri pertahanan, kota ini juga menampung salah satu dari tiga fasilitas pengayaan uranium Iran. Fasilitas ini sebelumnya pernah menjadi target pengeboman AS dalam konflik Iran-Israel pada Juni tahun lalu. Dipercaya, sebagian uranium yang sangat diperkaya milik Teheran terkubur di area ini, memicu usulan AS untuk merebutnya dengan kekuatan darat. Serangan terbaru ini menggarisbawahi ketegangan yang terus memuncak di kawasan tersebut, dengan implikasi yang belum sepenuhnya terlihat bagi stabilitas regional.

