Internationalmedia.co.id – News – Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Caracas, Venezuela, secara resmi membuka kembali pintunya pada Senin (30/3), mengakhiri periode penutupan yang berlangsung selama tujuh tahun. Langkah diplomatik ini menyusul beberapa bulan setelah Washington melancarkan operasi militer tak terduga yang berhasil menggulingkan mantan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, pada Januari tahun lalu.
Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan pada Selasa (31/3/2026) menegaskan bahwa pembukaan kembali ini menandai "babak baru" dalam kehadiran diplomatik mereka di negara tersebut. Mereka menambahkan, operasional kedutaan yang kembali normal diharapkan "memperkuat kemampuan kami untuk berinteraksi langsung dengan pemerintah sementara Venezuela, masyarakat sipil, dan sektor swasta."

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyambut baik perkembangan di Venezuela, mengklaim bahwa negara tersebut kini mulai merasakan "stabilitas yang menarik kembali investasi bisnis." Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, Rubio tidak hanya memuji kinerja pemerintah sementara Venezuela, tetapi juga menekankan pentingnya transisi menuju sistem demokrasi penuh di masa depan, meskipun tanpa memberikan batas waktu spesifik. "Transisi penuh sangat krusial agar Venezuela dapat merealisasikan potensi ekonominya, yang membutuhkan pemerintahan yang stabil dan demokratis," ujar Rubio.
Penutupan Kedutaan Besar AS di Caracas terjadi sejak Maret 2019. Keputusan ini diambil setelah Washington, bersama dengan sejumlah sekutu Barat dan Amerika Latin, secara terbuka menyatakan pemerintahan Maduro tidak sah menyusul dugaan penyimpangan luas dalam pemilihan umum.
Pada awal Januari tahun lalu, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah untuk operasi militer yang berujung pada penangkapan Maduro di Venezuela. Pasukan militer AS kemudian membawa Maduro ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba, tuduhan yang secara tegas dibantah olehnya.
Sejak peristiwa tersebut, Amerika Serikat telah menjalin kerja sama dengan Delcy Rodriguez, yang kini menjabat sebagai Presiden sementara Venezuela. Menariknya, Rodriguez sebelumnya adalah Wakil Presiden di bawah kepemimpinan Maduro. Meskipun demikian, Trump dilaporkan memuji hubungannya dengan Rodriguez, dengan prioritas utama membantu perusahaan minyak AS dan memastikan kerja sama, bahkan dengan ancaman kekerasan jika tidak dipatuhi.
Selama periode penutupan sejak 2019, AS menjalankan operasi diplomatik terkait Venezuela dari negara tetangga, Kolombia. Kini, Laura Dogu, seorang diplomat senior AS, telah tiba di Caracas pada Januari lalu untuk memimpin kembali Kedutaan Besar. Simbolisnya, bendera AS kembali berkibar di gedung kedutaan pada 14 Maret, menandai dimulainya era baru.

