Tel Aviv Terguncang Rudal Iran Memakan Korban
Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah serangkaian serangan rudal Iran menghantam area ibu kota Tel Aviv, Israel, pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari waktu setempat. Insiden tragis ini menelan setidaknya satu korban jiwa, memicu keprihatinan global. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa otoritas Israel mengonfirmasi serangan tersebut sebagai bagian dari gelombang pembalasan Teheran yang tak henti-hentinya, menandai bulan pertama konflik bersenjata yang semakin memanas.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah "mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju ke wilayah negara Israel" dalam setidaknya lima kali serangan yang berlangsung lebih dari lima jam, mulai Jumat (27/3) malam hingga Sabtu (28/3) dini hari. Serangan-serangan ini memicu sirene peringatan di seluruh Tel Aviv dan sekitarnya, memaksa sistem pertahanan udara untuk bekerja keras mencegat ancaman yang datang.
Otoritas layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), merilis laporan mengenai dampak serangan tersebut. Seorang pria dilaporkan tewas di Tel Aviv akibat hantaman rudal terbaru. Selain itu, dua pria lain berusia 65 dan 50 tahun mengalami luka-luka di area yang sama dan telah dilarikan ke rumah sakit. Di kota Kuseife, Israel bagian selatan, dua warga berusia 37 dan 21 tahun juga mengalami luka akibat serpihan rudal dan sedang menjalani perawatan medis.
Foto-foto yang dipublikasikan MDA menunjukkan banyaknya petugas tanggap darurat di lokasi terdampak di Tel Aviv, dengan beberapa ruas jalan utama terpaksa ditutup. Dalam sebuah video yang dibagikan militer Israel, pejabat Komando Pertahanan Dalam Negeri Miki David mengungkapkan bahwa sebuah apartemen terkena amunisi cluster. Beberapa gambar juga memperlihatkan pintu masuk bangunan yang hancur dipenuhi puing-puing. Amunisi cluster, yang dapat meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil di area yang luas, menjadi sorotan. Israel dan Iran sebelumnya memang saling menuduh penggunaan jenis bom ini.
Sebuah rekaman video yang dibagikan seorang saksi mata kepada AFP turut memperlihatkan rentetan rudal yang mengarah ke Yerusalem, menambah ketegangan di wilayah tersebut. Militer Israel (IDF) melalui saluran Telegram resminya menyatakan, "Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut." Mereka juga menambahkan bahwa "Pasukan pencarian dan penyelamatan, baik pasukan cadangan maupun reguler, saat ini beroperasi di lokasi-lokasi di Israel tengah di mana laporan soal dampak telah diterima," menunjukkan keseriusan situasi dan upaya penanganan pasca-serangan.
Serangan terbaru ini semakin memperkeruh situasi di Timur Tengah, menggarisbawahi eskalasi konflik antara kedua negara yang telah berlangsung selama sebulan terakhir. Dunia kini menanti respons lebih lanjut dari kedua belah pihak di tengah kekhawatiran akan dampak kemanusiaan yang lebih luas.
