Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Israel kembali melancarkan serangan udara masif ke wilayah Lebanon, menargetkan pinggiran selatan Beirut. Rentetan ledakan keras dilaporkan terdengar pada pagi hari waktu setempat, disusul kepulan asap tebal yang membubung tinggi di atas ibu kota Lebanon.
Koresponden AFP di lapangan mengonfirmasi mendengar beberapa ledakan dahsyat dari benteng-benteng Hizbullah, area yang memang telah menjadi sasaran berulang Israel sejak pecahnya konflik pada 2 Maret lalu. Rekaman video AFPTV secara jelas menunjukkan gumpalan asap hitam mengepul dari lokasi serangan, menandakan intensitas gempuran. Peringatan evakuasi massal sebelumnya telah dikeluarkan Israel untuk area tersebut, namun tidak ada pemberitahuan spesifik sesaat sebelum serangan terbaru ini.

Di tengah eskalasi ini, pemimpin Hizbullah, Qassem, menegaskan penolakan kelompoknya terhadap segala bentuk perundingan gencatan senjata. Sikap tegas ini diambil selama Israel terus melanjutkan agresi militernya terhadap Lebanon.
Israel, yang pernah menduduki Lebanon selatan selama sekitar dua dekade hingga tahun 2000, kini dilaporkan terus memperluas operasi militernya. Pasukan darat Israel bahkan disebut-sebut telah bergerak hingga ke Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pernyataan video yang dibagikan kantornya, mengklaim bahwa militer Israel telah ‘menciptakan zona keamanan yang nyata’ dan berupaya memperluasnya. "Kami hanya menciptakan zona penyangga yang lebih besar yang dapat mencegah invasi darat ke Israel dan serangan rudal," ujar Netanyahu.
Tidak tinggal diam, Hizbullah merespons dengan mengeluarkan puluhan pernyataan yang mengklaim serangan terhadap pasukan Israel. Mereka juga melaporkan peluncuran rudal ke lokasi militer di Israel tengah pada Kamis pagi, yang memicu sirene serangan udara. Media Israel mengonfirmasi bahwa enam roket Hizbullah yang menargetkan wilayah tengah berhasil dicegat.
Hizbullah lebih lanjut menyatakan bahwa para pejuang mereka telah melancarkan lebih dari 80 serangan pada hari Rabu, menandai jumlah serangan harian terbesar dalam konflik yang sedang berlangsung ini. Sembilan kota perbatasan Israel juga diklaim telah menjadi sasaran gempuran Hizbullah.
Situasi di kawasan ini tetap tegang, dengan potensi eskalasi lebih lanjut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai dampak konflik, saksikan juga video internationalmedia.co.id yang menampilkan detik-detik militer Israel menghancurkan Jembatan Qasmiyeh di Lebanon.

