Internationalmedia.co.id – News – Teheran mengeluarkan peringatan keras, menyatakan kesiapan untuk menanam ranjau laut di sepanjang perairan strategis Teluk Persia. Ancaman ini muncul sebagai respons terhadap potensi serangan dari Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan garis pantai atau pulau-pulau Iran. Langkah drastis ini, jika diimplementasikan, diperkirakan akan secara efektif melumpuhkan jalur maritim vital di kawasan tersebut.
Menurut laporan yang diterima internationalmedia.co.id dari kantor berita Fars, Dewan Pertahanan Nasional Iran dalam sebuah pernyataan tegas menggarisbawahi bahwa setiap upaya "musuh" untuk menargetkan wilayah pesisir atau pulau-pulau Iran akan memicu respons cepat. Respons tersebut berupa pemasangan ranjau di seluruh jalur akses dan komunikasi di Teluk Persia.

Otoritas pertahanan Iran merinci bahwa implementasi ini akan melibatkan berbagai jenis ranjau laut, termasuk model terapung yang mampu diluncurkan langsung dari pesisir. Pernyataan tersebut memperingatkan bahwa skenario semacam itu akan membuat seluruh Teluk Persia "menghadapi kondisi yang mirip dengan Selat Hormuz untuk jangka waktu yang lama," yang secara efektif berarti penutupan jalur pelayaran internasional.
Tanggung jawab penuh atas konsekuensi dari tindakan tersebut akan dibebankan kepada pihak yang memulai agresi. Dewan tersebut juga menekankan bahwa satu-satunya cara bagi "negara-negara non-agresif" untuk melintasi Selat Hormuz dengan aman adalah melalui koordinasi ketat dengan Iran.
Situasi di Selat Hormuz sendiri telah mengalami gangguan signifikan sejak awal Maret. Selat ini merupakan arteri vital yang dilewati sekitar 20 juta barel minyak setiap hari. Gangguan tersebut telah menyebabkan lonjakan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global ke tingkat yang lebih tinggi, seperti yang dilaporkan internationalmedia.co.id.
Eskalasi regional memang terus memanas. Sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, ketegangan mencapai puncaknya. Iran telah membalas dengan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan balasan ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan mengganggu pasar global serta jadwal penerbangan. Ancaman terbaru Iran ini semakin memperkeruh situasi di salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

