Gelombang serangan rudal balistik dari Iran menghantam dua kota strategis di Israel selatan, menyebabkan lebih dari seratus orang mengalami luka-luka. Insiden mengejutkan ini terjadi setelah sistem pertahanan udara Israel, yang dikenal canggih, dilaporkan gagal total dalam mencegat proyektil-proyektil tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, serangan yang terjadi pada Minggu (22/3/2026) ini memicu kekhawatiran serius akan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dua hantaman langsung rudal-rudal tersebut meninggalkan jejak kehancuran signifikan. Di Arad, bagian depan beberapa bangunan perumahan luluh lantak, sementara di Dimona, kawah besar menganga di tanah, dikelilingi puing-puing dan logam bengkok. Petugas medis dari Magen David Adom mengonfirmasi total 84 korban luka di Arad, dengan sepuluh di antaranya berada dalam kondisi serius. Beberapa jam sebelumnya, 33 orang juga dilaporkan terluka di kota Dimona yang berdekatan.

Televisi pemerintah Iran secara terbuka menyatakan bahwa serangan terhadap Dimona, kota yang menjadi lokasi fasilitas nuklir sensitif Israel, merupakan ‘balasan setimpal’ atas insiden penyerangan sebelumnya terhadap situs nuklir Natanz milik mereka. Sementara itu, rekaman video yang beredar dari Arad memperlihatkan adegan dramatis petugas penyelamat yang bekerja tanpa henti, menyisir reruntuhan bangunan yang hancur untuk mencari korban yang mungkin masih terperangkap.
Di lokasi kejadian, puluhan anggota layanan darurat, termasuk mobil pemadam kebakaran dengan sirine menyala, bergegas memberikan bantuan. Sumber dari dinas pemadam kebakaran mengonfirmasi bahwa baik di Dimona maupun Arad, rudal pencegat Israel memang telah diluncurkan. Namun, secara mengejutkan, upaya pencegatan tersebut gagal total, memungkinkan dua rudal balistik berhulu ledak ratusan kilogram menghantam target secara langsung.
Militer Israel segera menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Juru bicara militer, Brigadir Jenderal Effie Defrin, melalui platform X, mengakui, "Sistem pertahanan udara beroperasi, namun gagal mencegat rudal. Kami akan menginvestigasi insiden ini secara mendalam dan mengambil pelajaran penting darinya." Sementara itu, dinas pemadam kebakaran setempat melaporkan ‘kerusakan yang meluas’ di Arad, dengan setidaknya tiga bangunan terdampak dan satu di antaranya terbakar hebat. Sebagai langkah antisipasi, Komando Pertahanan Dalam Negeri militer memerintahkan seluruh sekolah di wilayah terdampak untuk beralih ke pembelajaran daring.
Riyad Abu Ajaj, seorang petugas medis yang berada di lokasi, menggambarkan ‘pemandangan kehancuran yang masif’ dan ‘banyak kekacauan’ saat operasi penyelamatan berlangsung. Ia menambahkan bahwa situasi di lapangan sangat genting. Operasi serupa juga telah dilakukan di Dimona, sekitar 25 kilometer barat daya Arad, di mana rekaman AFPTV menunjukkan kawah raksasa menganga di tanah, dikelilingi oleh tumpukan puing dan struktur logam yang melengkung akibat ledakan.
Di Dimona, bangunan-bangunan di sekitar titik ledakan juga mengalami kerusakan parah, terutama pada jendela dan fasadnya, saat tim darurat terus menyisir area tersebut. Petugas medis di sana merawat 33 korban luka, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang menderita luka serius akibat pecahan peluru, meskipun kondisinya dilaporkan sadar. Penting untuk dicatat bahwa Dimona dikenal sebagai lokasi fasilitas yang secara luas diyakini menyimpan satu-satunya persenjataan nuklir di Timur Tengah. Israel sendiri secara konsisten mempertahankan kebijakan ambiguitas terkait program nuklirnya, dengan menyatakan fasilitas tersebut resmi berfokus pada penelitian.
Serangan ini bukanlah insiden terisolasi. Iran diketahui telah melancarkan rentetan rudal ke Israel secara harian sejak 28 Februari, sebagai respons terhadap serangkaian serangan yang diduga dilakukan oleh AS-Israel. Menanggapi ‘malam yang sangat sulit’ ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas bersumpah akan melanjutkan serangan balasan terhadap Iran dan sekutu-sekutunya, mengisyaratkan potensi peningkatan tensi militer di kawasan tersebut.

