Dalam sebuah langkah yang semakin mempertegas spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un terlihat mendampingi putrinya, Ju Ae, saat menguji coba tank tempur terbaru negara itu dalam sebuah latihan militer berskala besar. Peristiwa ini, yang dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News, dianggap sebagai indikasi kuat bahwa Ju Ae tengah dipersiapkan untuk mengambil alih tampuk kekuasaan di masa depan.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) merilis serangkaian foto pada Jumat (20/3/2026), sehari setelah latihan berlangsung pada Kamis (19/3). Gambar-gambar tersebut menampilkan Kim Jong Un dengan ekspresi gembira, mengenakan jaket kulit ikoniknya, duduk di atas tank yang bergerak. Di sampingnya, kepala Ju Ae yang diperkirakan masih remaja tampak menyembul dari lubang palka, mengamati jalannya simulasi tempur.

Latihan yang berlokasi di Pangkalan Pelatihan Pyongyang No. 60 ini melibatkan manuver kompleks. Unit lapis baja unjuk gigi dengan menembakkan rudal anti-tank, sementara unit pendukung di belakang fokus menargetkan drone dan helikopter musuh simulasi. Aksi ini, menurut laporan KCNA, bertujuan untuk membuka jalan bagi pergerakan infanteri dan tank di medan perang.
KCNA mengklaim bahwa tank tempur baru ini dibekali dengan mobilitas superior, daya tembak yang mematikan, serta sistem pertahanan mutakhir, termasuk proteksi terhadap serangan rudal dan drone. Kim Jong Un, yang menyaksikan langsung demonstrasi kekuatan tersebut, dilaporkan "penuh sukacita" dan "menyatakan kepuasannya" atas "pemandangan megah tank-tank yang maju dengan gagah berani," yang menurutnya "mewakili keberanian dan keteguhan hati yang melekat pada tentara kita."
Manuver militer ini terjadi di tengah memanasnya tensi regional. Sebelumnya, Korea Utara telah melancarkan serangkaian uji coba rudal, sementara Korea Selatan dan Amerika Serikat baru saja merampungkan latihan militer musim semi mereka, yang kerap memicu reaksi keras dari Pyongyang.
Dinasti Kim telah memegang kendali absolut atas Korea Utara selama puluhan tahun, menerapkan pemerintahan yang otoriter. Kultus individu yang dibangun di sekitar "garis keturunan Paektu" mereka menjadi pilar utama yang mendominasi setiap aspek kehidupan di negara yang sangat terisolasi ini.
Pada Februari lalu, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan mengungkapkan bahwa Ju Ae, yang diperkirakan berusia awal belasan tahun, secara eksplisit telah "ditunjuk sebagai penerus" ayahnya. Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan yang telah beredar.
Persepsi mengenai peran masa depan Ju Ae ini didorong oleh serangkaian kemunculan publiknya yang menonjol belakangan ini. Ia terlihat menyaksikan uji coba peluncur roket berkemampuan nuklir pada akhir pekan sebelumnya, dan bahkan menembakkan pistol pada minggu lalu. Media pemerintah Pyongyang bahkan merilis foto Ju Ae sedang menembakkan senjata api, dengan satu mata terpejam dan semburan api keluar dari moncongnya.
Ju Ae pertama kali diperkenalkan ke mata publik global pada tahun 2022, saat ia mendampingi ayahnya dalam peluncuran rudal balistik antarbenua. Sebelum momen tersebut, satu-satunya konfirmasi mengenai keberadaannya datang dari mantan bintang NBA, Dennis Rodman, yang pernah mengunjungi Korea Utara pada tahun 2013.
Selain kehadirannya dalam acara-acara kenegaraan, Ju Ae juga menarik perhatian publik dengan selera fesyennya yang mewah. Ia pernah terlihat mengenakan kacamata hitam Gucci dan jam tangan Cartier. Pada kesempatan lain, ia tampak meniru gaya khas sang ayah, lengkap dengan jaket kulit dan kacamata hitam yang serasi. Kemunculannya di atas tank tempur terbaru ini menambah daftar panjang penampilannya yang strategis, mengisyaratkan peran sentral yang disiapkan untuknya di masa depan Korea Utara.

