Internationalmedia.co.id – News – Sebuah klaim mengejutkan dari Israel yang menyatakan telah menewaskan kepala keamanan top Iran, Ali Larijani, segera dibalas dengan sebuah unggahan tak terduga di akun media sosial resmi Larijani. Unggahan ini justru memicu pertanyaan lebih lanjut di tengah ketegangan regional yang memanas.
Pada Selasa (17/3/2026), tak lama setelah klaim Israel yang menggemparkan tersebut, akun X dan Telegram Larijani mempublikasikan sebuah catatan tulisan tangan. Menariknya, catatan ini sama sekali tidak menyinggung atau menanggapi klaim Israel tentang kematiannya. Pihak Teheran sendiri hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai nasib Larijani.

Alih-alih merespons klaim pembunuhan, postingan tersebut justru merupakan penghormatan mendalam kepada 84 pelaut Iran yang gugur. Para pelaut ini tewas ketika kapal fregat IRIS Dena milik mereka ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika Serikat di Samudra Hindia pada awal Maret. Insiden tersebut menjadi titik baru dalam perluasan cakupan konflik Timur Tengah.
Dalam catatan yang ditulis dengan tinta hitam itu, Larijani menyatakan, "Kemartiran para prajurit pemberani Angkatan Laut Angkatan Darat Republik Islam di atas kapal Dena adalah bagian dari pengorbanan bangsa yang gagah berani yang telah muncul pada titik perjuangan ini melawan penindas internasional." Catatan tersebut, yang tidak mencantumkan tanggal penulisannya, dipublikasikan di akun X dan Telegram resmi Larijani.
Ia menambahkan bahwa kenangan para pelaut tersebut akan "selalu tetap di hati bangsa Iran, dan kemartiran ini akan memperkuat fondasi Tentara Republik Islam selama bertahun-tahun dalam struktur angkatan bersenjata."
Insiden penenggelaman IRIS Dena terjadi pada 4 Maret di lepas pantai Sri Lanka. Peristiwa ini tak terlepas dari eskalasi konflik yang lebih luas antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, yang telah berlangsung sejak 28 Februari. Konflik ini dipicu oleh serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam, Ali Khamenei, yang kemudian dikonfirmasi oleh Iran beberapa jam setelah pengumuman Israel dan AS.

