Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini telah memasuki minggu ketiga, membawa dampak serius berupa jatuhnya korban jiwa di kalangan personel militer AS. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, sedikitnya 13 tentara AS tewas dan sekitar 200 lainnya mengalami luka-luka dalam eskalasi terbaru di Timur Tengah.
Serangan balasan gencar dilancarkan Iran terhadap negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Aksi ini merupakan respons atas pengeboman yang dilakukan oleh AS dan Israel. Komando Pusat AS (CENTCOM), lembaga yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, mengonfirmasi data korban tersebut.

Menurut laporan CENTCOM yang dikutip dari Reuters dan Al Arabiya pada Selasa (17/3/2026), sebagian besar dari 200 tentara yang terluka mengalami cedera ringan, dengan 180 di antaranya telah kembali bertugas. Namun, 10 personel lainnya dilaporkan mengalami cedera serius, menambah daftar panjang dampak konflik ini.
Sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu, total 13 tentara AS telah kehilangan nyawa. Enam di antaranya gugur akibat serangan drone Iran yang menargetkan pangkalan militer di Kuwait, sebagaimana dilaporkan oleh CBS News. Satu tentara AS lainnya, yang terluka parah dalam serangan di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, pada 1 Maret, meninggal dunia sekitar tujuh hari kemudian, menurut keterangan Pentagon.
Sementara itu, enam tentara AS lainnya tewas dalam insiden kecelakaan pesawat militer pengisian bahan bakar di Irak pada 12 Maret. CENTCOM sebelumnya menegaskan bahwa kecelakaan ini tidak disebabkan oleh serangan Iran, dan penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh militer AS untuk mengungkap penyebab pastinya.
Di sisi lain, Iran terus melancarkan rentetan serangan balasan yang tidak hanya menyasar instalasi militer. Misi diplomatik, hotel, dan bandara di sejumlah negara Teluk Arab turut menjadi sasaran, memicu kerusakan signifikan pada infrastruktur energi di kawasan tersebut.
Militer AS sendiri mengklaim telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 7.000 target di berbagai wilayah Iran sebagai respons. Namun, perang ini juga tidak luput dari kerugian di pihak AS. Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya pada Senin (16/3) mengungkapkan bahwa selusin drone MQ-9 milik AS telah hancur dalam pertempuran. Drone jenis ini dikenal memiliki kemampuan canggih untuk pengumpulan intelijen melalui kamera, sensor, dan radar, serta dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-darat.
Dengan situasi yang kian memanas, dunia terus menanti perkembangan selanjutnya dari konflik berdarah di Timur Tengah ini, yang telah menelan banyak korban dan aset berharga.

