Internationalmedia.co.id – News, Tel Aviv – Sejumlah kota di wilayah Israel bagian tengah dilanda kebakaran hebat pada Senin (16/3/2026), dipicu oleh serpihan rudal Iran yang berhasil dicegat di udara. Insiden ini merupakan bagian dari gelombang serangan balasan Teheran terhadap Israel dan Amerika Serikat, menyusul agresi yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Tim penyelamat segera dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak, termasuk Holon, Rishon Lezion, dan Bnei Brak, yang mengalami kebakaran akibat jatuhnya serpihan proyektil tersebut. Informasi ini disampaikan oleh televisi lokal Israel, Channel 12, sebagaimana dikutip oleh Anadolu Agency pada hari yang sama.

Meskipun mayoritas rudal Iran berhasil dinetralisir di udara oleh sistem pertahanan Israel, beberapa serpihan dilaporkan jatuh di wilayah tengah pada Minggu (15/3). Syukurlah, layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, mengonfirmasi melalui platform media sosial bahwa laporan awal tidak mencatat adanya korban luka akibat insiden serpihan rudal ini.
Militer Israel sebelumnya menyatakan pada Minggu (15/3) bahwa mereka mendeteksi peluncuran sejumlah rudal dari Iran, yang segera direspons dengan pengerahan sistem pertahanan udara untuk mencegatnya. Ketegangan di kawasan ini memang telah memuncak sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan berskala besar terhadap Iran.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Teheran melaporkan kerugian besar, dengan sedikitnya 1.300 jiwa melayang dan lebih dari 10.000 orang terluka akibat rentetan serangan gabungan AS-Israel. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangkaian rudal dan drone, menargetkan instalasi di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Serangan balasan dari Teheran ini tidak hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa di beberapa negara Teluk, sebuah perkembangan yang secara signifikan memperluas cakupan konflik di Timur Tengah.

