Internationalmedia.co.id – News – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, melontarkan ancaman balasan yang sangat serius kepada Amerika Serikat (AS). Menanggapi sesumbar Presiden AS Donald Trump yang berencana menyerang jaringan listrik Iran, Larijani memperingatkan bahwa jika serangan itu benar-benar terjadi, seluruh kawasan Timur Tengah akan gelap gulita, dan pasukan Iran siap memburu tentara AS yang berada di wilayah tersebut.
Mengutip pernyataan Trump sebelumnya, Larijani melalui platform X (sebelumnya Twitter) menyatakan bahwa Presiden AS itu pernah sesumbar mampu melumpuhkan kapasitas listrik Iran dalam satu jam, namun belum bertindak. "Nah, jika mereka melakukannya," tegas Larijani, "seluruh kawasan akan gelap dalam waktu kurang dari setengah jam, dan kegelapan itu akan memberikan kesempatan yang cukup bagi kami untuk memburu tentara AS yang bersembunyi mencari keselamatan."

Di sisi lain, Presiden Donald Trump sendiri sebelumnya mengklaim bahwa pihaknya selama ini menahan diri untuk tidak menargetkan fasilitas produksi listrik di Iran. Namun, ia menegaskan bahwa AS siap melancarkan serangan jika Teheran berupaya mengganggu pasokan minyak global.
Ketegangan ini bukan tanpa latar belakang. Dalam beberapa hari terakhir, Iran memang diketahui aktif memantau pergerakan di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Teheran bahkan telah mengisyaratkan tidak akan ragu menyerang kapal-kapal yang berani melintasi selat tersebut untuk mengantarkan pasokan minyak global, sebuah langkah yang dapat memicu krisis energi besar. Peringatan Larijani ini semakin memperkeruh situasi, menunjukkan kesiapan Iran untuk membalas setiap agresi dengan dampak yang luas.

