Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Rumania telah mengambil langkah strategis dengan mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan udaranya untuk keperluan pengisian bahan bakar pesawat. Keputusan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan geopolitik, terutama terkait operasi militer yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran. Langkah ini menandai peningkatan signifikan dalam kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Presiden Rumania, Nicusor Dan, mengumumkan bahwa parlemen telah memberikan persetujuan penuh terhadap kebijakan ini setelah melalui peninjauan mendalam oleh Dewan Tertinggi Pertahanan Nasional. Dalam pernyataannya, Presiden Dan menyebutnya sebagai "penempatan sementara peralatan dan pasukan militer Amerika di Rumania." Fasilitas ini akan memungkinkan pengisian bahan bakar pesawat serta penempatan peralatan pemantauan dan komunikasi satelit yang canggih.

Presiden Dan secara tegas menyatakan bahwa peralatan yang akan ditempatkan di Rumania bersifat "defensif" dan tidak akan membawa amunisi. Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari kemitraan strategis yang telah lama terjalin antara Amerika Serikat dan Rumania.
Sebagai sekutu setia Washington, Rumania memainkan peran krusial dalam arsitektur pertahanan NATO. Negara ini adalah lokasi sistem pertahanan rudal balistik Aegis Ashore buatan AS di Deveselu, yang telah beroperasi selama satu dekade untuk menangkal potensi ancaman terhadap sekutu-sekutu NATO. Sistem ini bahkan telah diperbarui pasca invasi Rusia ke Ukraina, menggarisbawahi komitmen kuat Rumania terhadap stabilitas dan keamanan regional.
Meskipun keputusan ini mendapat kritik dari oposisi sayap kanan di Rumania, yang meskipun mereka secara vokal mendukung Presiden AS Donald Trump, parlemen tetap memberikan suara setuju. Hal ini menyoroti dinamika politik domestik yang kompleks di tengah pertimbangan geopolitik yang mendalam.
Langkah Rumania ini sejalan dengan respons beberapa negara Uni Eropa lainnya. Misalnya, Prancis, Yunani, dan Italia telah mengirimkan kapal perang ke Siprus menyusul serangan drone buatan Iran terhadap pangkalan Inggris di pulau tersebut, menunjukkan indikasi respons kolektif terhadap perubahan dinamika keamanan di kawasan.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah menarik sekitar 1.000 tentaranya dari pangkalan udara Mihail Kogalniceanu di Rumania tahun lalu, dengan fokus yang bergeser ke perbatasan domestiknya dan kawasan Indo-Pasifik. Namun, sekitar 1.000 personel militer AS lainnya masih ditempatkan di negara Eropa Timur tersebut.
Posisi geografis Rumania yang strategis semakin menegaskan peran pentingnya; negara ini berbagi perbatasan darat sepanjang 650 km dengan Ukraina, sebuah wilayah di mana drone-drone Rusia sering terbang menuju infrastruktur pelabuhan Ukraina. Kondisi ini menempatkan Rumania di garis depan dalam menghadapi tantangan keamanan regional yang lebih luas.

