Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan bahwa empat diplomatnya tewas dalam serangan yang dituduhkan kepada Israel di Beirut, Lebanon, dua hari lalu. Pengumuman ini memicu gelombang kemarahan mendalam dari Teheran, yang menuntut keadilan atas insiden tersebut.
Menurut laporan Internationalmedia.co.id yang mengutip Al Jazeera, Rabu (11/3/2026), insiden tragis ini terjadi pada dini hari Minggu, 8 Maret 2026, di Hotel Ramada, Beirut. Reaksi kepemimpinan Iran adalah kemarahan mendalam, menyebutnya sebagai "serangan teroris" yang disengaja di tanah negara berdaulat. Misi tetap Iran untuk PBB dengan tegas menyatakan, "rezim Israel melakukan serangan teroris yang disengaja terhadap Hotel Ramada di Beirut, yang mengakibatkan pembunuhan dan gugurnya empat diplomat Republik Islam Iran." Iran juga telah mengungkapkan nama-nama para diplomat yang menjadi korban.

Militer Israel sebelumnya telah mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun dengan narasi yang berbeda. Mereka mengklaim telah "melakukan serangan tepat sasaran yang menargetkan komandan-komandan kunci di Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran, sayap operasi luar negerinya."
Menanggapi insiden yang memicu ketegangan regional ini, Duta Besar Iran untuk PBB telah melayangkan surat kecaman keras kepada Dewan Keamanan PBB. Surat tersebut mendesak badan dunia itu untuk segera memenuhi tanggung jawabnya, menegakkan keadilan, dan memastikan bahwa insiden serupa tidak akan terulang di masa mendatang. Iran secara eksplisit menuntut agar para pelaku dimintai pertanggungjawaban penuh, menegaskan bahwa Israel tidak boleh lagi dibiarkan bertindak tanpa hukuman.

