Teheran melancarkan tuduhan serius terhadap Amerika Serikat, mengklaim memiliki bukti konkret bahwa Washington melancarkan serangan dari pangkalan militer yang berlokasi di negara-negara Teluk. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka membagikan rekaman video yang disebutnya membuktikan sistem roket AS beroperasi dari wilayah tetangga Iran.
Menurut Araghchi, seperti dikutip dari Press TV, sebuah video yang dirilis resmi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) – badan yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah – secara tidak langsung mengonfirmasi penggunaan wilayah negara-negara tetangga Iran untuk melancarkan agresi. "Terima kasih CENTCOM karena telah mengakui bahwa Anda menggunakan wilayah tetangga-tetangga kami untuk mengerahkan sistem HIMARS terhadap rakyat kami, tampaknya termasuk pabrik desalinasi," ujar Araghchi melalui platform media sosial X, sebagaimana dilansir internationalmedia.co.id.

Araghchi menambahkan peringatan tegas: "Tidak ada yang perlu mengeluh jika rudal-rudul kuat kami menghancurkan sistem-sistem ini di mana pun mereka berada sebagai pembalasan." Pernyataan ini menegaskan kembali posisi Iran bahwa setiap aset militer AS yang digunakan untuk menyerang wilayahnya akan dianggap sebagai target yang sah.
Video yang diunggah akun resmi CENTCOM tersebut menampilkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) milik Angkatan Darat AS ditembakkan dari lokasi gurun. Meskipun militer AS tidak pernah mengungkapkan lokasi pasti peluncuran, para analis berspekulasi bahwa sistem persenjataan tersebut kemungkinan besar ditempatkan di sepanjang pantai selatan Teluk Persia. Pertimbangan ini didasarkan pada jangkauan HIMARS yang mencapai 300 hingga 500 kilometer, tergantung jenis rudal yang digunakan, serta keberadaan beberapa pangkalan militer AS di wilayah tersebut.
Tuduhan Iran ini muncul setelah insiden serangan gabungan AS dan Israel yang menghantam pabrik desalinasi di Pulau Qeshm, selatan Iran, awal pekan ini. Serangan tersebut dilaporkan mengganggu pasokan air bagi lebih dari 30 desa. Para pejabat Teheran mengutuk keras serangan itu sebagai agresi terhadap infrastruktur sipil dan menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

