Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman secara terbuka menyambut penunjukan Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menyusul wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei. Mereka mengklaim penunjukan ini merupakan "pukulan telak" bagi para musuh Republik Islam Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa sambutan ini menandai babak baru dalam dinamika politik regional yang penuh gejolak.
Dilansir dari kantor berita AFP, Houthi menyampaikan ucapan selamat mereka melalui pernyataan di Telegram. Kelompok tersebut menekankan bahwa pengangkatan Mojtaba Khamenei sangat vital di tengah "kondisi yang krusial" yang ditandai oleh ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataan yang dikutip AFP, Houthi secara eksplisit menyatakan, "Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinannya, dan rakyatnya, atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada saat yang penting dan krusial ini."

Lebih lanjut, kelompok Houthi menganggap terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai "kemenangan baru bagi Revolusi Islam dan pukulan telak bagi musuh-musuh Republik Islam serta musuh-musuh negara." Penunjukan ini sendiri telah resmi dilakukan oleh Majelis Pakar Iran, sebuah badan yang berwenang dalam menentukan pemimpin tertinggi. Nama Mojtaba Khamenei memang telah lama disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan posisi ayahnya.
Namun, di sisi lain, penunjukan pemimpin baru ini disambut dengan kewaspadaan tinggi oleh Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa negaranya akan terus memantau setiap perkembangan terkait suksesi kepemimpinan Iran. Katz bahkan mengeluarkan ancaman keras, menyatakan bahwa militer Israel tidak akan ragu untuk "mengeliminasi" setiap pemimpin Iran yang ditunjuk jika mereka melanjutkan agenda untuk menghancurkan Israel, mengancam Amerika Serikat dan dunia bebas, serta menindas rakyat Iran.
Dalam pernyataannya yang dilansir Al Jazeera, Katz menegaskan, "Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas dan negara-negara di kawasan ini, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi." Ia menambahkan, "Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi," menggarisbawahi tekad Israel yang tidak akan berkompromi.

