Internationalmedia.co.id – News – Iran berada di ambang pengumuman pemimpin tertinggi barunya. Keputusan krusial ini datang di tengah ketegangan memuncak setelah serangan udara yang dikaitkan dengan AS dan Israel menghantam depot minyak, menyebabkan kebakaran hebat dan asap tebal menyelimuti Teheran. Nama pengganti Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia lebih dari seminggu lalu dalam insiden pemicu perang di Timur Tengah, telah diputuskan, namun identitasnya masih dirahasiakan.
Majelis Pakar, badan ulama yang memiliki wewenang untuk memilih suksesor pemimpin tertinggi, telah menyelesaikan proses pemungutan suara. "Pemungutan suara untuk menunjuk pemimpin telah berlangsung dan pemimpin telah dipilih," ujar Anggota Majelis Pakar, Ahmad Alamolhoda, seperti dikutip dari kantor berita Mehr Iran pada Minggu (8/3/2026). Ia menambahkan bahwa sekretariat majelis akan menjadi pihak yang mengumumkan nama tersebut secara resmi.

Konfirmasi mengenai keputusan ini juga datang dari anggota majelis lainnya. Bahkan, salah satu anggota mengisyaratkan kemungkinan bahwa putra mendiang pemimpin tertinggi bisa jadi akan menduduki posisi penting tersebut, memicu spekulasi luas di kalangan pengamat politik dan masyarakat Iran.
Situasi semakin memanas dengan peringatan keras dari Israel. Tel Aviv menyatakan pasukannya tidak akan ragu untuk menargetkan pemimpin baru Iran maupun anggota Majelis Pakar yang terlibat dalam pengukuhannya. Ancaman ini menambah daftar panjang eskalasi di kawasan yang telah bergejolak sejak kematian Khamenei dan memicu kekhawatiran akan peningkatan konflik.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menunjukkan sikap pantang menyerah. Hingga hari kesembilan konflik, mereka mengklaim memiliki persediaan yang cukup untuk melanjutkan operasi perang drone dan rudal di Timur Tengah hingga enam bulan ke depan, menegaskan kesiapan Iran menghadapi potensi konflik berkepanjangan dan tekanan eksternal.

