Internationalmedia.co.id – News melaporkan, para Menteri Luar Negeri Liga Arab dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat pada Minggu (8/3) ini. Agenda utama adalah mendiskusikan serangkaian serangan yang dilancarkan Iran terhadap beberapa negara anggota organisasi tersebut. Pertemuan penting ini akan dilaksanakan secara virtual melalui konferensi video, menyusul permintaan bersama dari enam negara anggota: Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Oman, Yordania, dan Mesir.
Kondisi di Timur Tengah memang tengah memanas. Eskalasi konflik dipicu oleh serangan udara besar-besaran yang dilancarkan pasukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai respons, Teheran tidak tinggal diam, melancarkan serangan balasan yang menargetkan Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS yang berlokasi di beberapa negara Teluk.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, telah menyuarakan kecaman keras terhadap aksi militer Iran tersebut. Ia menggambarkan serangan itu sebagai tindakan yang "sangat tercela." Menurut Aboul Gheit, serangan Iran terhadap negara-negara Teluk bukan sekadar pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, melainkan juga sebuah agresi terhadap prinsip-prinsip hubungan bertetangga yang baik.
Aboul Gheit lebih lanjut menyoroti bahwa serangan-serangan ini telah "menciptakan keadaan permusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya" antara Iran dan tetangga-tetangga Arabnya. Ia menegaskan bahwa ini merupakan "kesalahan strategis Iran yang serius" dan berharap Teheran akan segera memperbaikinya dengan menghentikan seluruh agresi. Pertemuan darurat para Menlu Liga Arab ini diharapkan dapat merumuskan langkah kolektif untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi diplomatik di tengah gejolak regional yang kian memanas.

