Teheran kembali mengguncang stabilitas regional melalui Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengumumkan peluncuran gelombang ke-23 dari "Operasi Janji Sejati 4". Operasi ini menyoroti pengerahan sistem rudal generasi terbaru yang diarahkan ke target-target strategis di wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, demikian laporan Internationalmedia.co.id – News.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat lalu, Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menjelaskan bahwa fase terbaru operasi ini melibatkan serangan gabungan drone dan rudal. Gelombang serangan ini disebut-sebut memanfaatkan sistem rudal canggih yang dirancang khusus untuk menghantam berbagai target secara simultan.

"Dalam gelombang ini, rudal berbahan bakar padat dan cair generasi terbaru menjadi ujung tombak dalam menargetkan sasaran strategis di wilayah pendudukan serta pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan tersebut," demikian pernyataan IRGC, seperti dilansir media Iran, Press TV, pada Sabtu.
Beberapa instalasi militer AS tidak luput dari sasaran. Markas besar pasukan Amerika di pangkalan Sheikh Isa, Juffair, Ali al-Salem, dan al-Azraq termasuk di antara target yang dihantam. Pangkalan-pangkalan ini merujuk pada pos-pos terdepan militer AS yang berlokasi di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Sementara itu, di wilayah pendudukan Israel, target-target penting juga dilaporkan terkena serangan. IRGC mengklaim telah menghantam pusat teknologi canggih, fasilitas keamanan siber, dan pusat dukungan militer di wilayah penting dan sensitif Be’er Sheva. Kota ini dikenal sebagai pusat teknologi rezim Israel.
Sebelumnya, IRGC telah menyatakan bahwa fase lain dari Operasi Janji Sejati 4 telah dimulai, dengan membanggakan "eksekusi peluncuran rudal yang sempurna dari rantai pangkalan rudal IRGC yang tak terputus." Langkah ini merupakan kelanjutan dari fase-fase sebelumnya yang bertujuan "secara tegas menghancurkan propaganda arogan penindasan global yang mengklaim kemampuan pertahanan Iran melemah atau operasi rudal dan drone goyah." Operasi tersebut sebelumnya melibatkan sistem rudal canggih seperti Khorramshahr-4, Kheibar, dan Fattah, yang menghantam target di seluruh wilayah pendudukan dan posisi terkait pasukan AS di wilayah tersebut.
(internasionalmedia.co.id/internasionalmedia.co.id)

