Washington DC – Sebuah rekaman video yang menampilkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah menerima doa dari sekitar dua puluh pendeta di Ruang Oval Gedung Putih, Washington DC, mendadak menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Momen ini muncul di tengah eskalasi konflik antara AS dan Israel yang terus melancarkan gempuran terhadap Iran. Menurut laporan Internationalmedia.co.id – News, video tersebut tidak hanya berisi doa untuk sang presiden, melainkan juga untuk seluruh prajurit AS yang bertugas.
Video yang menyebar luas ini pertama kali dirilis oleh Dan Scavino, Wakil Kepala Staf Gedung Putih sekaligus Direktur Kantor Personel Kepresidenan, melalui akun X pribadinya. Sejak diunggah, rekaman doa untuk Trump ini telah menarik perhatian jutaan pasang mata, dengan total penayangan mencapai lebih dari 7,2 juta kali. Dalam unggahannya yang viral, Scavino menuliskan, "Sedang berlangsung sekarang di Ruang Oval @WhiteHouse. God Bless the USA!"

Dalam tayangan tersebut, terlihat Trump duduk di mejanya di Ruang Oval. Beberapa pendeta meletakkan tangan mereka di pundak sang presiden, sementara yang lain mengarahkan tangan ke arahnya, melantunkan doa dengan suara lantang dan penuh khidmat. Salah seorang pendeta terdengar memohon, "Kami berdoa agar berkat dan kasih karunia-Mu senantiasa menyertainya. Kami berdoa agar hikmat dari surga memenuhi hati dan pikirannya, dan Tuhan, Engkau akan membimbingnya di masa-masa sulit yang kita hadapi saat ini." Doa juga dipanjatkan untuk militer AS: "Saya berdoa memohon berkat dan perlindungan-Mu atasnya. Saya berdoa memohon berkat dan perlindungan-Mu atas pasukan kita, dan semua pria dan wanita yang mengabdi pada angkatan bersenjata kita."
Momen sakral ini juga didokumentasikan secara terpisah oleh Pendeta terkemuka AS, Paula Michelle White-Cain, yang menjabat sebagai Penasihat Senior untuk Kantor Keagamaan Gedung Putih. White-Cain, yang turut hadir dalam sesi doa tersebut, membagikan foto-foto peristiwa itu melalui akun Instagram-nya. Dalam keterangan unggahannya, White-Cain menulis, "Sungguh HARI YANG LUAR BIASA berdoa untuk @potus, untuk pasukan kita, untuk anggota keluarga militer kita yang hebat, untuk Amerika, dan Israel.. untuk Operation Epic Fury."
Video doa ini muncul di tengah rentetan serangan terkoordinasi yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, yang telah berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari. Dalam beberapa hari terakhir, pasukan kedua negara sekutu ini telah menargetkan berbagai lokasi penting di Iran, termasuk fasilitas rudal, angkatan laut, serta pusat komando dan kendali militer. Serangan-serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran tidak tinggal diam. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan rudal dan drone ke target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS yang tersebar di negara-negara Teluk. Akibat serangan drone Iran yang menghantam pangkalan AS di Kuwait, sedikitnya enam tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas. Di tengah ketegangan yang memuncak ini, doa para pendeta di Gedung Putih menjadi simbol harapan dan permohonan perlindungan di masa-masa penuh gejolak.

