Internationalmedia.co.id – News – Lebanon kembali dilanda eskalasi kekerasan yang memprihatinkan. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangkaian gempuran militer Israel telah menewaskan sedikitnya 123 orang dan melukai 683 lainnya di wilayah Lebanon. Serangan-serangan ini, yang diklaim Israel menargetkan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran, telah memicu kekhawatiran mendalam di kalangan komunitas internasional.
Keterlibatan Lebanon dalam pusaran konflik Timur Tengah ini bermula setelah Hizbullah melancarkan serangan balasan terhadap Israel pada Senin (3/2). Aksi tersebut merupakan respons atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang diklaim akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Sejak saat itu, ketegangan di perbatasan kedua negara terus memanas.

Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel secara intensif membombardir wilayah pinggiran selatan Beirut dan bagian selatan Lebanon, yang dikenal sebagai basis kekuatan Hizbullah. Tak hanya itu, laporan juga menyebutkan pengerahan pasukan darat Israel ke kota-kota yang berbatasan langsung dengan Lebanon, menandakan peningkatan tensi militer yang signifikan dan potensi eskalasi lebih lanjut.
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, yang dirilis pada Jumat (6/3), menunjukkan lonjakan jumlah korban jiwa. Angka 123 orang dinyatakan syahid dan 683 lainnya menderita luka-luka akibat agresi yang terus berlanjut, menggambarkan dampak kemanusiaan yang parah dari konflik ini.
Peningkatan kekerasan ini telah memicu seruan luas dari berbagai organisasi kemanusiaan dan negara-negara di dunia. Mereka menyuarakan keprihatinan serius terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga sipil di zona konflik, mendesak deeskalasi segera dan kembali ke jalur dialog diplomatik demi mencegah lebih banyak korban jiwa dan mengembalikan stabilitas kawasan yang semakin rapuh.
Di sisi lain, Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan komitmen kelompoknya untuk melanjutkan pertempuran melawan Israel. Dalam pidato pertamanya sejak pecahnya babak baru konflik, Qassem mengklaim bahwa Hizbullah telah berhasil menargetkan posisi Israel hingga ke Tel Aviv. "Kami menghadapi agresi… pilihan kami adalah menghadapinya sampai pengorbanan terakhir, dan kami tidak akan menyerah," tegasnya, mengindikasikan bahwa pertempuran kemungkinan besar akan berlanjut.
Iran, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei, juga tak tinggal diam. Ia mengutuk keras serangan Israel terhadap Lebanon, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan rakyat Lebanon. Baghaei secara khusus mengkritik sikap diam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menyikapi "kejahatan rezim pendudukan Israel," yang menurutnya akan mendiskreditkan kredibilitas badan dunia tersebut dalam menjaga perdamaian global.
Untuk informasi terkini dan analisis mendalam seputar konflik ini, saksikan liputan khusus di internationalmedia.co.id.

