Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Trump Ingin Tentukan Pemimpin Iran
Trending Indonesia

Trump Ingin Tentukan Pemimpin Iran

GunawatiBy Gunawati06-03-2026 - 10.30Tidak ada komentar3 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Ingin Tentukan Pemimpin Iran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington DC – Kematian Ayatollah Ali Khamenei telah membuka babak baru ketegangan geopolitik, dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan menegaskan haknya untuk ikut campur dalam penentuan pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Trump bahkan secara blak-blakan menolak Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin, yang dianggap sebagai kandidat terdepan, dengan alasan "kurang berpengaruh".

Dalam wawancara eksklusif dengan media Axios, yang juga dilansir AFP dan Al Arabiya pada Jumat (6/3/2026), Trump secara gamblang menyamakan situasi di Teheran dengan intervensi AS di Venezuela. Ia merujuk pada Delcy Rodriguez, presiden sementara Venezuela, yang bersedia bekerja sama dengan Amerika Serikat di bawah ancaman kekerasan pasca penggulingan Nicolas Maduro. "Saya harus terlibat dalam penunjukan tersebut, seperti dengan Delcy," tegas Trump, mengisyaratkan pendekatan serupa untuk Iran.

Trump Ingin Tentukan Pemimpin Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Mantan penguasa Gedung Putih itu juga melontarkan peringatan keras. Tanpa pemimpin yang ‘disukai’ oleh Washington, AS kemungkinan besar akan kembali terlibat dalam konflik militer dalam kurun waktu lima tahun ke depan. "Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya," ujar Trump. "Kami menginginkan seseorang yang akan membawa keselarasan dan perdamaian ke Iran," tambahnya, menggarisbawahi visinya untuk kepemimpinan baru di Republik Islam tersebut.

Namun, bagaimana persisnya Trump akan ‘terlibat’ dalam proses suksesi ini masih menjadi pertanyaan besar. Secara konstitusional, keputusan penunjukan pemimpin tertinggi baru berada di tangan Majelis Pakar, sebuah badan yang terdiri dari 88 ulama senior Iran yang terpilih. Ironisnya, mayoritas ulama dalam majelis ini dikenal sangat menentang Amerika Serikat.

Ayatollah Ali Khamenei, yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade sejak 1989, dilaporkan wafat pada Sabtu, 28 Februari waktu setempat. Kematiannya terjadi setelah serangkaian serangan terkoordinasi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran serta wilayah-wilayah lainnya. Laporan menyebutkan, Khamenei tewas setelah lokasi pertemuan antara dirinya dan jajaran pejabat tinggi Iran dibombardir. Otoritas Iran baru mengonfirmasi wafatnya sehari kemudian, pada Minggu, 1 Maret, seraya mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Sepanjang kepemimpinannya, Khamenei dikenal sebagai sosok yang menerapkan kebijakan garis keras, ditandai dengan penindasan di dalam negeri dan konfrontasi yang tajam dengan negara-negara tetangga serta kekuatan Barat.

Sejumlah nama telah muncul ke permukaan sebagai calon pengganti Khamenei, termasuk Mojtaba Khamenei (56), putra kedua mendiang pemimpin; Alireza Arafi (67), ulama terkemuka; Mohammad Mehdi Mirbagheri (60), ulama garis keras; Hassan Khomeini (50), cucu pendiri Republik Islam; dan Hashem Hosseini Bushehri (60), ulama senior. Meskipun Mojtaba dianggap sebagai kandidat terdepan, otoritas Iran hingga kini belum secara resmi mengumumkan siapa yang akan meneruskan tongkat kepemimpinan spiritual dan politik negara tersebut.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Kematian Ali Larijani Mengguncang Timur Tengah

19-03-2026 - 07.00

Idul Fitri Jumat Keputusan Resmi

19-03-2026 - 03.15

Israel Umumkan Perburuan Tanpa Henti

19-03-2026 - 03.00

Israel Akui Bunuh Menteri Intelijen Iran Dunia Menanti Reaksi

18-03-2026 - 18.30

Iran Geger Penangkapan Besar Besaran

18-03-2026 - 18.00

Beirut Berdarah Dini Hari

18-03-2026 - 16.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.