Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Timur Tengah Bergejolak Saudi Siap Balas
Trending Indonesia

Timur Tengah Bergejolak Saudi Siap Balas

GunawatiBy Gunawati04-03-2026 - 21.15Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Timur Tengah Bergejolak Saudi Siap Balas
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Kemarahan membara di Riyadh. Arab Saudi menyatakan kemarahan mendalam menyusul serangkaian serangan yang dilancarkan Iran terhadap fasilitas-fasilitas yang berafiliasi dengan Amerika Serikat di wilayahnya. Kini, Kerajaan bersiap untuk melancarkan respons tegas terhadap Teheran, menandai babak baru eskalasi ketegangan di jantung Timur Tengah.

Menurut laporan Internationalmedia.co.id – News, akar ketegangan ini bermula dari insiden pada Sabtu (28/2), ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, yang berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Insiden ini diduga kuat memicu respons balasan dari Teheran. Ironisnya, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), Putra Mahkota Arab Saudi yang juga menjabat Perdana Menteri, sebelumnya telah menghubungi Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Januari lalu. Dalam percakapan tersebut, MBS secara eksplisit menegaskan komitmen Riyadh untuk tidak mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai landasan peluncuran serangan terhadap Iran.

Timur Tengah Bergejolak Saudi Siap Balas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, setelah kematian Khamenei, Iran tetap melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan AS di negara-negara Teluk, dengan Arab Saudi menjadi salah satu target utama. Ledakan keras dilaporkan terdengar di Riyadh pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Kerajaan Arab Saudi segera mengutuk keras serangan tersebut, meskipun menyatakan bahwa sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udaranya.

"Serangan-serangan ini sama sekali tidak dapat dibenarkan dengan dalih atau cara apa pun, dan ini terjadi meskipun otoritas Iran sangat menyadari bahwa Kerajaan telah menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya digunakan untuk menargetkan Iran," demikian pernyataan tegas dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Meski mendapat protes keras, Iran tidak menghentikan aksinya. Pada Selasa (3/3), serangan drone Iran dilaporkan menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan. Markas besar CIA di ibu kota Saudi itu juga menjadi sasaran serangan. Beruntungnya, tidak ada laporan korban jiwa akibat rentetan serangan Iran di wilayah Saudi.

Arab Saudi Bersiap Balas Iran

Menyikapi "agresi terang-terangan dan pengecut" ini, Pemerintah Arab Saudi memperingatkan bahwa mereka memiliki "hak penuh" untuk merespons. Peringatan ini disampaikan dalam sesi rapat kabinet yang dipimpin langsung oleh Pangeran Mohammed bin Salman melalui konferensi video pada Selasa (3/3) malam. "Kerajaan menegaskan kembali hak penuh untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna melindungi keamanan, integritas wilayah, warga negara, penduduk, dan kepentingan-kepentingan vitalnya, termasuk opsi untuk merespons agresi tersebut," demikian laporan Saudi Press Agency (SPA).

Dalam rapat kabinet tersebut, otoritas Saudi juga menegaskan solidaritas penuh dengan negara-negara tetangga yang menjadi target serangan balasan Iran ke fasilitas AS, mengisyaratkan pembentukan front persatuan melawan ancaman regional.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengumumkan bahwa pertahanan udara negara itu berhasil mencegat dan menghancurkan delapan drone lainnya yang menargetkan Riyadh dan Al-Kharj pada Selasa (3/3) pagi. Kementerian Luar Negeri Saudi, dalam pernyataan terpisah, mengecam serangan terhadap kedutaan besar sebagai pelanggaran mencolok terhadap Konvensi Jenewa 1949 dan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. "Perilaku Iran yang berulang secara mencolok ini akan mendorong kawasan menuju eskalasi lebih lanjut," demikian peringatan keras dari Riyadh, menggarisbawahi potensi bahaya dari provokasi Teheran yang berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Rudal Iran Hancur di Langit Turki Target Asli Mengejutkan

04-03-2026 - 23.45

Eropa Dalam Bidikan Iran Peringatan Keras Dikeluarkan

04-03-2026 - 23.30

Rusia Bongkar Taktik AS di Balik Serangan Iran

04-03-2026 - 23.15

Samudra Hindia Saksi Bisu Serangan Senyap

04-03-2026 - 23.00

Spanyol Berani Tolak AS Trump Ngamuk

04-03-2026 - 21.45

Sikap Tegas Spanyol Bikin Trump Murka

04-03-2026 - 21.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.