Sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4,3 mengguncang wilayah Gerash, Provinsi Fars, Iran, pada Selasa (3/3) waktu setempat. Peristiwa alam ini terjadi di tengah situasi yang sangat genting, di mana Iran sedang menghadapi gempuran serangan besar-besaran dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa guncangan ini menambah daftar panjang ketegangan yang menyelimuti negara tersebut.
Menurut data dari Badan Survei Geologi AS (USGS), seperti yang dikutip oleh internationalmedia.co.id, pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan bumi. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa tersebut, namun kekhawatiran tetap membayangi warga di tengah kondisi darurat.

Guncangan gempa ini terjadi saat Iran berada dalam pusaran konflik yang kian memanas. Sejak Sabtu (28/2), AS dan Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara intensif yang menargetkan berbagai situs militer di Teheran dan sekitarnya.
Laporan dari media lokal Iran, yang juga dikutip oleh internationalmedia.co.id dari India Today, menyebutkan bahwa salah satu serangan paling mematikan menghantam pangkalan udara Kerman, sekitar 800 kilometer tenggara Teheran. Serangan ini dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 tentara Iran. Kantor berita Tasnim dan surat kabar Hamshahri secara terpisah mengonfirmasi bahwa pangkalan yang menampung helikopter militer Iran itu menjadi sasaran utama.
Gelombang serangan terkoordinasi oleh AS dan Israel ini tidak hanya menargetkan pangkalan udara, tetapi juga rudal, angkatan laut, serta lokasi komando dan kendali militer Iran. Rentetan serangan brutal ini bahkan diklaim telah menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran tidak tinggal diam. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS yang berlokasi di negara-negara Teluk. Aksi saling serang yang penuh ketegangan ini masih terus berlanjut hingga saat ini, menciptakan spiral kekerasan yang sulit dihentikan.
Otoritas Iran mengklaim bahwa total korban tewas akibat serangan AS-Israel telah mencapai setidaknya 555 orang. Mereka juga mengklaim bahwa serangan balasan Iran telah menewaskan dan melukai sekitar 560 tentara AS. Namun, pihak AS sejauh ini hanya mengonfirmasi empat tentaranya tewas akibat serangan balasan dari Iran.
Situasi di Iran dan Timur Tengah secara keseluruhan tetap sangat tegang, dengan dampak konflik yang meluas hingga ke berbagai sektor, termasuk perjalanan udara seperti yang sempat terlihat dari video penumpang tertahan di Bandara Ngurah Rai.

